Apa yang dimaksud dengan ritel tradisional dan beri contohnya?

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah dan sektor swasta diminta untuk mendukung pengembangan ritel tradisional seperti toko kelontong. Sebab sektor ini dinilai masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat.

Direktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Research Institute, Agung Pambudhi mengatakan,‎ hingga saat ini industri ritel khususnya ritel tradisional, masih memiliki ruang untuk terus bertumbuh. Meski pun ritel tradisional harus bersaing dengan industri ritel modern yang terus tumbuh.

"Hingga kini toko tradisional masih menjadi tempat favorit belanja karena faktor lokasi dan kemudahan mendapatkan barang kebutuhan sehari-hari. Yang juga tidak kalah penting adalah kayanya nilai-nilai sosial dalam hubungan antara ritel tradisional dengan para pembeli berlandaskan kepercayaan," ujar dia di Jakarta, Jumat (23/11/2018).‎

Agung menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016 menyebutkan jika sektor ritel memiliki kontribusi 15,24 persen terhadap total PDB dan menyerap tenaga kerja sebesar 22,4 juta atau 31,81 persen dari tenaga kerja non-pertanian. Selain itu, distribusi toko ritel Indonesia pada 2017 masih didominasi oleh toko tradisional sebesar 82,3 persen.

"Data ini memperlihatkan masih agresifnya strategi pembukaan toko ritel tradisional yang dinilai lebih efektif," ungkap dia.

Saat ini sejumlah peritel tradisional maupun UKM telah mampu meningkatkan penjualan dan keuntungannya karena telah mendapatkan bantuan dan dukungan dalam hal penerapan sistem ritel modern skala terbatas, seperti penataan barang, kontrol inventaris barang, pencatatan penjualan dan keuangan, serta dukungan sistem IT sederhana. Namun dukungan tersebut harus terus ditingkatkan agar lebih banyak ritel tradisional yang bisa naik kelas.

‎"Besarnya potensi ritel tradisional untuk terus berkembang memang harus didukung secara maksimal dengan terciptanya sinergi dari pemerintah dan sektor dunia usaha," ungkap dia.

Lihat Foto

freepik.com/pch.vector

Ilustrasi pengertian ritel

KOMPAS.com – Istilah ritel merupakan istilah yang tidak asing dalam kehidupan sehari-hari. Namun, apakah itu ritel?

Istilah ritel berasal dari Bahasa Prancins “ritellier” yang berarti memecah. Hal ini merujuk pada ritel yang menjual barang secara eceran.

Menurut Barry Berman dan Joel E. Evans dalam buku Retail Management A Strategy Approach (2007) retailing adalah aktivitas bisnis yang merupakan tahapan akhir proses pendistribusian barang mencakup penjualan barang dan jasa pada konsumen yang digunakan untuk keperluan pribadi, keluarga, atau rumah tangga dan retailing.

Pengertian ritel

Sehingga pengertian ritel adalah kegiatan ekonomi yang mendistribusikan barang dalam jumlah besar untuk dijual dalam jumlah kecil atau eceran pada konsumen tingkat akhir.

Bisnis ritel memiliki peran penting terhadap perekonomian nasional karena banyak menyerap tenaga kerja dan menjadi penghubung antara produsen dan konsumen.

Baca juga: Manfaat Segmentasi Pasar

Salah satu peran pentingnya adalah membantu meningkatkan standard hidup masyarakat. Apa maksud dari pernyataan tersebut?

Produk yang dijual oleh ritel bergantung pada apa yang dibeli oleh masyarakat. Emmi Ambarwati dalam Modul Paket Keahlian Pemasaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) (2016) menyebutkan bahwa dalam promosinya, ritel menjelaskan informasi tentang suatu produk dan meningkatkan keinginan pelanggan untuk membeli. Hal tersebut meningkatkan penjualan produk, sekaligus standar hidup masyarakat.

Fungsi ritel

Beberapa fungsi ritel, yaitu:

  1. Menyediakan berbagai jenis produk
  2. Memecah jumlah barang
  3. Menyimpan persediaan
  4. Menyediakan jasa
  5. Meningkatkan nilai priduk dan jasa
  6. Memudahkan konsumen untuk emdapat barang yang diinginkan

Baca juga: Riset Pasar: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

Jenis-jenis ritel

Michael Levy dan kawan-kawan dalam buku Retailing Management (2009) menjelaskan bahwa jenis-jenis ritel bergantung kepada empat elemen yaitu tipe barang dagangan, variasi barang, jasa yang ditawarkan, dan harga menjadi empat jenis ritel. Berikut penjelasannya:

  • Ritel produk makanan adalah ritel yang sebagian besar menjual produk makanan dan bahan makanan. Contohnya supermarket, minimarket, dan toko konvinien.
  • Ritel produk umum merupkaan ritel yang menjual produk yang umum digunakan masyarakat. Contoh ritel produk umum adalah department store, toko khusus, toko diskon, factory outlet, dan drugstore.
  • Ritel non-toko yaitu ritel yang tidak memiliki toko untuk memajang produk dagangannya, melainkan langsung menggunakan gudang penyimpanan. Contohnya adalah aplikasi jual-beli online, mesin penjual otomatis, menjual langsung dengan mendatangi calon pelanggan, dan penjualan melalui televisi.
  • Ritel mandiri adalah ritel yang dimiliki individu dan biasanya hanya memiliki satu unit.
  • Ritel berantai yakni ritel yang dimiliki beberapa orang dan biasanya memiliki lebih dari satu unit.
  • Waralaba merupakan ritel yang dimiliki dengan cara melakukan kontrak dengan suatu merek dagang. Ritel tersebut kemudian bisa berusaha dengan menjual produk merek dagang yang bersangkutan.
  • Ritel jasa adalah ritel yang menawarkan jasa sebagai produknya. Contohnya tempat les, tempat cukur rambut, tempat penitipan anak, dan juga pusat kebugaran.

 Baca juga: Manfaat Pasar Keuangan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berikutnya

Anda mungkin cukup familier dengan istilah ritel dalam bidang bisnis atau perdagangan. Ritel adalah salah satu sistem pemasaran yang tengah populer saat ini, meskipun konsepnya sudah hadir dan dikenal sejak berabad-abad silam. 

Apa Itu Ritel?

Retail atau ritel adalah aktivitas perniagaan yang melibatkan penjualan barang atau penawaran jasa secara langsung kepada konsumen akhir. Barang yang dibeli dari bisnis ritel akan digunakan konsumen sebagai konsumsi pribadi atau keperluan keluarga dan rumah tangga, bukan untuk dijual kembali.

Dikenal pula dengan istilah bisnis eceran, ritel berperan sebagai perantara pemasaran yang menghubungkan produsen utama atau grosir besar dengan konsumen yang membeli dalam jumlah kecil atau bentuk satuan. Setelah membeli sejumlah barang dari kelompok bisnis yang lebih besar, pengecer atau retailer akan menjual kembali barang tersebut dengan menetapkan tambahan harga tertentu untuk memperoleh keuntungan.

Fungsi Ritel

Berikut adalah beberapa fungsi dan manfaat ritel dalam siklus distribusi pemasaran:

Kehadiran ritel akan membuat konsumen lebih mudah untuk mendapatkan barang dan jasa yang diinginkan. Tanpa adanya ritel, konsumen akan kesulitan memenuhi kebutuhan mereka karena harus membelinya secara langsung pada produsen utama. 

Bisnis ritel tidak hanya menguntungkan konsumen dalam hal kemudahan berbelanja, tetapi juga bisa memberikan keuntungan finansial bagi produsen dan grosir. Pengecer biasanya membeli stok barang dengan jumlah yang cukup banyak dari produsen. Dana yang diterima dari pengecer selanjutnya dapat dijadikan modal bagi produsen dan diputarkan kembali dalam proses produksi barang.

Retailer yang telah membeli sejumlah produk dari produsen akan mempromosikan produk tersebut kepada konsumen melalui beragam cara promosi dan strategi iklan. Aktivitas ini tentu bisa membantu meningkatkan popularitas produk yang dikeluarkan oleh produsen.

Umumnya, retailer akan membeli stok bermacam-macam barang dari sejumlah produsen yang berbeda. Harga yang ditawarkan pun sangat beragam. Hal ini menciptakan variasi pasar yang akan berbanding lurus dengan peningkatan kepuasan konsumen. 

Baca juga: 7 Peluang Usaha yang Paling Menjanjikan di 2020

Jenis-Jenis Ritel

Jenis-jenis ritel dapat dibedakan berdasarkan produk yang dijual, kepemilikan, dan lokasi penjualan. 

Berdasarkan produk yang dijual, ritel terbagi ke dalam tiga jenis: product retail yang menjual barang, service retail yang menawarkan jasa, serta non-store retail yang menggunakan media tertentu dalam memasarkan produknya. 

Beberapa contoh dari product retail adalah toko mainan dan toko elektronik yang memasarkan barang lebih sedikit dari pusatnya. Jasa perbaikan kendaraan, perawatan taman, serta layanan supir dan pengasuh anak termasuk ke dalam service retail, sedangkan non-store retail meliputi vending machine serta toko-toko online yang tergabung dalam e-commerce

Ada tiga jenis ritel yang dikategorikan berdasarkan sifat pemiliknya, yakni ritel mandiri, waralaba, dan kelompok usaha. Seperti namanya, ritel mandiri beroperasi secara independen tanpa bergabung dengan pihak mana pun. Warung, ruko, dan toko kelontong adalah beberapa contoh ritel yang termasuk ke dalam jenis ini.

Berbeda dengan ritel mandiri yang mengembangkan usaha sendiri, ritel waralaba (franchise) melibatkan pihak perusahaan pusat (franchisor) dan pengusaha turunan (franchisee) dalam memasarkan produk yang sama. Sementara itu, kelompok usaha merupakan jaringan ritel yang saling terkait dalam satu manajemen, seperti swalayan atau department store.

Jenis ritel juga dapat dibedakan berdasarkan lokasi penjualan. Pengecer yang memiliki akses langsung ke jalan umum termasuk dalam jenis ritel strip mal atau lahan komersial. Selain itu, ada pula pusat bisnis dan pusat perbelanjaan yang terdiri dari gabungan pengusaha ritel yang memasarkan produk dan layanannya dalam kawasan atau bangunan yang sama.

Ritel adalah sistem pemasaran yang cukup populer saat ini karena memiliki pangsa pasar yang terbilang besar. Oleh karena itu, mengetahui pengertian, fungsi, dan sejumlah jenis ritel bisa dijadikan sebagai tambahan informasi bagi Anda yang berencana untuk menjadi pengecer atau mengembangkan usaha ritel sendiri.

Ajukan Pinjaman Sekarang dan Dapatkan Kemudahan Pinjaman Modal Usaha di Akseleran!

Dapatkan pinjaman dengan bunga kompetitif dan kemudahan proses pengajuan. Ajukan pinjaman untuk mengembangkan usahamu sekarang. Akseleran juga sudah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga proses transaksi yang kamu lakukan jadi lebih aman dan terjamin.

Untuk kamu yang tertarik mengenai pendanaan atau pinjaman langsung bisa juga menghubungi (021) 5091-6006 atau bisa via email [email protected]

Video yang berhubungan