Apa yang dimaksud dengan struktur teks persuasi?

Struktur teks persuasi adalah pengenalan isu, rangkaian argumen, pernyataan ajakan, penegasan kembali.

  1. Pengenalan isu, yaitu berupa berupa pengantar mengenai masalah yang menjadi dasar tulisan
  2. Rangkaian argumen, yang berisi mengenai fakta-fakta yang memperkuat argumen-argumennya itu.
  3. Pernyataan ajakan, yaitu pernyataan berisi ajakan-ajakan yang berfungsi untuk mengarahkan.
  4. Penegasan kembali, yaitu penegasan kembali terhadap pemaparan sebelumnya.

Jadi, jawaban yang tepat adalah B. 

Teks persuasif adalah sebuah teks yang bersifat membujuk. Teks persuasif ini berisi tulisan yang bertujuan meyakinkan pembaca agar tertarik dan mengambil tindakan tertentu. Biasanya, isi tulisan pada teks persuasi bersifat subjektif. Isi bacaan dibuat dari sudut pandang pribadi penulisnya. Untuk meyakinkan pembaca, bisanya di dalam bacaan juga disertakan data-data pendukung lain. Hal ini dimaksudkan untuk lebih meyakinkan pembaca akan kebenaran isi tulisan teks persuasi yang dibuat.

Teks persuasif memiliki struktur sebagai berikut:

  1. Pengenalan isu, berupa pengantar atau awalan pada teks yang mengenalkan isu atau permasalahan yang akan dibahas pada teks.
  2. Rangkaian argumen, berupa pendapat-pendapat dari penulis mengenai isu yang dikemukakan sebelumnya.
  3. Pernyataan ajakan, berupa kalimat-kalimat dorongan kepada para pembaca untuk melakukan sesuatu.
  4. Penegasan kembali, bertujuan untuk memperkuat pernyataan dan argumen-argumen sebelumnya.

Jadi, struktur teks persuasif adalah pengenalan isu - rangkaian argumen - pernyataan ajakan - penegasan kembali. 

Grace Eirin Selasa, 21 Desember 2021 | 07:00 WIB

Belajar mengenai pengertian, struktur, dan kaidah kebahasaan teks persuasi. (Dziana Hasanbekava from Pexels)

Bobo.id - Teman-teman, pernahkah kamu membaca teks persuasi sebelumnya? 

Teks persuasi biasanya ditemukan di selebaran brosur penawaran produk, iklan, atau di kolom-kolom teks pada koran yang isinya berupa ajakan.

Lalu, apa yang dimaksud dengan teks persuasi? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Baca Juga: Mengenal Teks Pengumuman, Mulai dari Pengertian Sampai Contohnya

Pengertian Teks Persuasi

Teks persuasi adalah yang berisi ajakan, bujukan, atau imbauan dari penulis bagi pembaca. 

Teks persuasi juga menyajikan fakta yang terjadi di sekitar, dan menambahkan pendapat dari para ahli.

Ini dilakukan agar ajakan atau imbauan semakin diperhatikan oleh sasaran pembaca. 

Di dalam teks persuasi juga terdapat penggunaan kata ajakan seperti ayo, mari, yuk, dan sebagainya. 


Page 2


Page 3

Dziana Hasanbekava from Pexels

Belajar mengenai pengertian, struktur, dan kaidah kebahasaan teks persuasi.

Bobo.id - Teman-teman, pernahkah kamu membaca teks persuasi sebelumnya? 

Teks persuasi biasanya ditemukan di selebaran brosur penawaran produk, iklan, atau di kolom-kolom teks pada koran yang isinya berupa ajakan.

Lalu, apa yang dimaksud dengan teks persuasi? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Baca Juga: Mengenal Teks Pengumuman, Mulai dari Pengertian Sampai Contohnya

Pengertian Teks Persuasi

Teks persuasi adalah yang berisi ajakan, bujukan, atau imbauan dari penulis bagi pembaca. 

Teks persuasi juga menyajikan fakta yang terjadi di sekitar, dan menambahkan pendapat dari para ahli.

Ini dilakukan agar ajakan atau imbauan semakin diperhatikan oleh sasaran pembaca. 

Di dalam teks persuasi juga terdapat penggunaan kata ajakan seperti ayo, mari, yuk, dan sebagainya. 

Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com

Bola.com, Jakarta - Teks persuasif adalah sebuah teks yang bersifat membujuk. Jadi, dalam teks persuasif berisi tulisan yang bertujuan meyakinkan pembaca agar tertarik dan mengambil tindakan tertentu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), teks adalah naskah yang berupa kata-kata asli dari pengarang. Teks juga berarti bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran, berpidato, dan sebagainya.

Sedangkan, persuasif menurut KBBI adalah bersifat membujuk secara halus (supaya menjadi yakin). Jadi, pengertian teks persuasif adalah teks yang bersifat membujuk agar orang yakin.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan, teks persuasif adalah teks yang menyajikan sudut pandang tertentu untuk membujuk pembaca.

Teks persuasif memiliki tujuan untuk meyakinkan pembaca bahwa ide, gagasan, atau pendapat dalam tulisan itu benar dan terbukti sehingga pembaca melakukan apa yang menjadi ajakan dari tulisan tersebut.

Hal itulah yang membuat kalimat persuasif banyak digunakan dalam iklan atau imbauan khusus. Untuk memahami lebih dalam mengenai teks persuasif, kamu perlu juga mengenali ciri-ciri, struktur, hingga contohnya.

Berikut ini penjelasan singkat mengenai ciri-ciri, struktur hingga contoh teks persuasif, seperti dilansir dari laman Kelaspintar dan Serupa, Selasa (1/12/2020). 

Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com

Berisi Data dan Fakta

Ciri-ciri teks persuasif yang pertama adalah berisi data dan fakta. Seperti diketahui, tujuan utama dari teks persuasif adalah untuk memengaruhi pembaca. Jadi, data dan fakta tersebut sangat penting perannya sebagai alasan-alasan yang kuat dalam mendukung isi dari tulisan.

Argumen Harus Meyakinkan Pembaca

Satu di antara tujuan dari teks persuasif adalah untuk meyakinkan pembaca. Teks ini berusaha meyakinkan pembacanya untuk melakukan atau memercayai yang ditulis oleh penulis.

Oleh karena itu, tulisan ini biasanya menggunakan kata-kata penghubung yang argumentatif (jika, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu).

Berisi Kata-Kata Bujukan

Pengertian teks persuasif adalah sebuah teks yang bersifat membujuk, tentunya isinya juga adalah kata-kata ajakan. Teks ini banyak menggunakan kata-kata bujukan dan kata kerja imperatif, seperti ayo, mari, lakukanlah, penting, harus, sepantasnya, jadikanlah, hendaknya, waspadalah, dan lain-lain.

Selain itu, teks persuasif biasanya menggunakan kata-kata teknis atau istilah yang berkaitan dengan topik yang dibahas.

Menghindari Konflik

Teks persuasif memiliki ciri-ciri lainnya, yaitu menghindari konflik. Hal ini biasanya dilakukan untuk mempertahankan kepercayaan pembaca. Pendapat atau fakta digunakan dalam teks persuasif bertujuan untuk memengaruhi pembaca supaya mengikuti ajakan-ajakannya.

Ilustrasi menulis. (dok. pixabay.com/Asnida Riani)

Struktur Teks Persuasif

1. Pengenalan Isu

Pengenalan isu berupa pengantar atau awalan pada teks yang mengenalkan isu atau permasalahan yang akan dibahas pada teks.

2. Rangkaian Argumen

Rangkaian argumen berupa pendapat-pendapat dari penulis mengenai isu yang dikemukakan sebelumnya. Pada bagian ini juga dikemukakan mengenai data atau fakta yang mendukung argumen tersebut.

3. Pernyataan Ajakan

Pernyataan ajakan berupa kalimat-kalimat dorongan kepada para pembaca untuk melakukan sesuatu. Pernyataan ajakan dapat berupa tersirat maupun tersurat pada teks.

4. Penegasan Kembali

Penegasan kembali bertujuan untuk memperkuat pernyataan dan argumen-argumen sebelumnya.

Kaidah Menulis Teks Persuasif

1. Harus menggunakan kata-kata bujukan, seperti penting, harus, sudah semestinya, sepantasnya, dan kata-kata bujukan lainya.

2. Menggunakan kata-kata kerja yang bersifat imperatif, seperti jadikanlah, waspadalah, hendaknya, dan kata kerja imperatif lainya.

3. Menggunakan kata-kata istilah yang sesuai dengan topik yang dibahas.

4. Menggunakan kata-kata penghubung yang bersifat argumentatif, seperti sebab, jika karena, dengan akibatnya, oleh karena itu, dan kalimat penghubung argumentatif lainnya.

Ilustrasi menulis. Credit: unsplash.com/Neon

                                                         Buanglah Sampah pada Tempatnya

Pengenalan Isu

Sampah merupakan isu yang cukup meresahkan di Indonesia. Rasanya masih terlalu banyak sampah kecil berserakan di sekitar kita. Terkadang banyak orang menyepelekan bahwa sampah kecil itu tanpa mengetahui dampak yang akan ditimbulkannya. Sekecil apa pun, sampah ya sampah.

Rangkaian Argumen

Sampah yang kita buang di mana saja tidak akan hilang sendiri. Apalagi jika sampah tersebut merupakan sampah anorganik atau sampah yang tidak dapat diuraikan oleh tanah.

Namun, bukan berarti kita dapat membuang sampah organik ke mana saja. Sampah terurai tetap tidak akan menghilang secara instan. Membuang sampah di mana saja tetap berisiko mengundang penyakit yang tidak diinginkan.

Belum lagi dampak langsung yang membuat kita tidak nyaman. Baunya akan sampai ke hidung kita juga yang membuangnya. Sebelum mengeluh, keluhkanlah diri sendiri yang tidak membuang sampah ke tempatnya.

Pernyataan Ajakan

Oleh karena itu, buanglah sampah pada tempatnya. Sesederhana itu, maka berbagai dampak negatifnya akan terhindarkan. Hargailah orang-orang yang selama ini berjasa menjaga kebersihan. Mereka bangun dan bekerja jauh lebih awal dari kita, kedinginan, kelelahan, karena ulah kita yang membuang sampah sembarangan.

Penegasan Kembali

Menghargai mereka sama dengan kita menghargai diri sendiri karena saat kita membuang sampah sembarangan, kita akan menjadi pribadi yang kotor seperti sampah itu sendiri. Mari buang sampah pada tempatnya dan jagalah kebersihan.

Sumber: Kelaspintar, Serupa