Apa yang kamu ketahui tentang buah segar

Selain sayuran, sebagian besar orang Indonesia masih enggan menyantap buah-buahan. Padahal, nutrisi yang terkandung di dalamnya sangat bermanfaat bagi kesehatan. Seperti dilansir Southeast Asian Food and Agriculture Science and Technology (SEAFAST) Center, Institut Pertanian Bogor (IPB), tingkat konsumsi buah masyarakat Indonesia tergolong rendah, yaitu hanya 180 gram per kapita dalam sehari. Angka ini masih berada di bawah standar WHO, yaitu sebanyak 400 gram per kapita, terdiri dari 250 gram sayur-mayur dan 150 gram buah segar. 

Sayang sekali, ya. Padahal, Indonesia kaya akan buah-buahan lokal yang lezat. Sebut saja jambu monyet atau belimbing. Keduanya memiliki citarasa yang khas dan tinggi vitamin C.  Nah, selain kedua buah tersebut, berikut adalah ragam buah yang memiliki kandungan vitamin C tinggi. 

Jambu Biji

Hingga saat ini, jambu biji masih menduduki peringkat atas kategori buah kaya vitamin C. Buah berbau harum tersebut mengandung sekitar 200 mg vitamin C per 100 gram, jauh lebih tinggi dari jeruk yang hanya 53 mg. Termasuk dalam buah-buahan tropis, jambu biji bisa tumbuh sangat baik di Indonesia. Jadi, untuk meningkatkan kekebalan tubuh, Anda bisa konsumsi buah jambu biji secara teratur.

Mangga

Beberapa waktu lalu sempat hits berbagai sajian berbahan dasar mangga. Mulai dari puding mangga, mango sticky rice, mocha mangga, sampai dengan mango tea. Buah bertekstur lembut, umumnya berwarna kuning hingga oranye, serta berbiji cukup besar ini mempunyai kandungan vitamin C sekitar 28 mg/100 gram. Jangan lupa konsumsi buah ini ya, terlebih ketika musim pancaroba tiba.

Stroberi

Melihat warnanya yang merah segar membuat orang yang belum pernah mencicipi berasumsi bahwa rasa stroberi itu manis bak gula. Padahal kenyataannya, stroberi memiliki rasa asam manis. Penting Anda ketahui bahwa kandungan vitamin C dalam stroberi mencapai  sekitar 52 mg untuk setiap 125 ml.

Nanas

Tidak mau kalah dengan buah tropis lainnya, nanas juga termasuk dalam jajaran buah yang mengandung vitamin C tinggi. Umumnya, buah “banyak mata” dengan daging berwarna kuning cerah tersebut diolah menjadi selai, sebagai campuran rujak buah serta es, atau pelengkap acar. Bagi penyuka buah tropis ini, Anda akan mendapatkan 15 mg vitamin C untuk setiap 100 gram buah yang disantap. 

Pepaya

Selanjutnya, ada buah pepaya. Tentu Anda tidak asing dengan buah berbiji banyak ini. Baunya yang wangi, daging oranye, ditambah tekstur lembut, membuat buah pepaya menjadi alternatif sajian MPASI bayi, selain pisang. Per 100 gram pepaya, terdapat 62 mg vitamin C. Anda pun bisa memperoleh segundang manfaat kesehatan dari buah lonjong tersebut, di antaranya ialah terhindar dari sembelit, obat ruam, memperlancar sistem pencernaan, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Kiwi

Buah kiwi yang hijau terang dengan biji hitam di bagian tengah ini rasanya asam. Anda akan mendapati kiwi di berbagai cake atau puding buah. Coraknya yang unik sangat cocok dijadikan penghias atau garnish makanan. Perlu diketahui bahwa kiwi berada di jajaran atas buah-buahan dengan kandungan vitamin C tinggi, lho. Bagaimana tidak, dalam 100 gram kiwi saja, Anda akan memperoleh “suntikan” vitamin C sebanyak 100 mg. 

Pisang

Hingga kini, kudapan dari pisang masih diburu dan terus berkembang dengan beragam inovasi. Nah, di samping enak, buah lonjong tersebut juga kaya nutrisi serta vitamin C. Dalam 100 gram pisang, terkandung setidaknya 9 mg vitamin C. Selain itu, pisang juga tergolong buah yang baik bagi kesehatan jantung dan pencernaan, energy booster, serta mampu memancing suasana hati  yang bahagia.  

Ternyata banyak juga, ya, buah dengan kandungan vitamin C tinggi selain jeruk. Anda pun bisa berkreasi menciptakan aneka hidangan lezat dari beragam buah kaya vitamin C tersebut. Senantiasa konsumsi buah agar tubuh Anda kian bugar, ya. (AH)

image source: https://pixabay.com/en/lemon-lemonade-drink-thirst-2539163/

Buah adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi dan vitamin serta mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Berikut beberapa jenis buah dan manfaatnya untuk kesehatan :

PISANG
Dapat menurunkan resiko kanker, asma, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kesehatan jantung, melancarkan peredaran darah, membantu pencernaan pada usus, menjaga kesehatan mata, dan menormalkan fungsi jantung.

MANGGA
Dapat mengurangi dehidrasi dan memperlancar sirkulasi darah karena mengandung vitamin A, E, dan C, bertindak sebagai disinfektan, dapat membersihkan darah, dan mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti bau badan yang tidak sedap, dan menurunkan panas tubuh saat demam. Mangga juga mampu membantu dalam proses pengobatan penyakit kulit seperti bisul, borok, dan lain sebagainya.

PEPAYA
Penting sekali bagi kesehatan, terutama untuk menguatkan sistem imun tubuh, karena mengandung vitamin C serta vitamin A yang diproduksi dalam tubuh untuk mencegah penyakit seperti infeksi, pilek, flu, dan meredakan demam. Pepaya juga dapat menyehatkan tulang, baik untuk penderita diabetes, mencegah penyakit jantung, sangat baik dalam melancarkan buang air besar dan mengatasi sembelit. Selain itu dapat mempercepat penyembuhan luka, pencegahan asma, dan mengurangi berat badan.

STRAWBERRY
Mengandung provitamin A, vitamin B1, B, dan C, sebagai antioksidan untuk melawan zat radikal bebas, memiliki fungsi kesehatan lainnya seperti mengobati gangguan kesehatan pada kandung kemih, menjadi anti virus, dan menjadi anti kanker. Strawberry juga mencegah  hipertensi, alergi, asma, juga dapat mengatur gula darah, melancarkan pencernaan, dan mengatasi stroke.

JERUK
Buah jeruk mengandung vitamin A, B1, B2, dan C, sangat baik baik bagi tubuh karena selain menstimulasi sistem kekebalan tubuh, juga menghilangkan sumbatan lendir di tenggorokan, rongga hidung, paru-paru, dan perut. Berguna pula untuk membersihkan liver dan menghilangkan rasa sakit di tubuh akibat influenza. Campuran sari jeruk nipis dan madu sangat berkhasiat menyembuhkan radang tenggorokan dan amandel, mengandung anti kanker bagi tubuh, dapat mencegah dan mengobati beragam penyakit, dan gangguan kesehatan lain seperti mengobati sariawan dan menurunkan resiko terkena kardiovaskuler, kanker, dan katarak.

Begitu pentingnya buahbuahan bagi kita, maka dari itu mari budayakan makan buah-buahan setiap hari mulai sekarang! Untuk mendapatkan buah-buahan yang segar dan sehat silakan kunjungi Farmers Market atau The FoodHall

Share This Post

Bagi kamu para pejuang hidup sehat, sudahkah membeli buah segar hari ini? Apakah kamu sudah mampu membedakan mana buah segar dan mana buah yang kurang segar? Jika kamu belum tahu, maka kali ini aku akan membagikan tips memilih buah yang segar.

Ini dia 4 tips memilih buah yang segar, kamu harus tahu!

1. Perhatikan warnanya

Pastikan kamu memilih buah yang memiliki warna yang cerah dan segar. Hal ini penting karena dengan warna yang cerah bisa mengindikasikan bahwa buah tersebut masih segar dan memiliki rasa yang lebih manis dan segar. Namun kamu juga harus waspada dan berhati-hati dalam membedakan warna buah, karena tidak sedikit penjual buah nakal yang memberikan pewarna tambahan pada kulit buah agar terlihat lebih segar dan mencolok.

2. Perhatikan kulitnya

Perhatikan kulit buah, apakah kulit itu masih bagus atau sudah berkeriput dan kering. Misalnya saja jika kamu hendak membeli buah apel, maka pastikan kulit apel tampak segar dan mulus bebas dari kerutan dan kesan kering pada kulitnya. Jika berkeriput dan kering, itu artinya buah yang kamu pilih sudah layu dan sebaiknya tidak kamu beli ya! 

3. Perhatikan tekstur buah

Tekstur buah dapat terlihat secara langsung, tapi bisa juga dengan cara menyentuh atau memegangnya. Buah yang bagus kualitasnya pastinya tidak akan bertekstur terlalu empuk ataupun terlalu keras. Misalnya ketika kamu memutuskan untuk membeli buah sawo, pilihlah tekstur sawo yang tidak terlalu empuk dan tidak terlalu keras. Jika terlalu empuk, bisa jadi sawo rentan busuk atau menuju busuk. Jika terlalu keras, bisa jadi sawo yang dijual belum matang dengan sempurna sehingga rasanya pun tidak akan enak ketika dimakan. Jadi kamu perlu memperhatikannya dengan saksama agar kamu tidak menyesal setelah membelinya!

4. Cium aroma buah

Cara berikutnya yang bisa kamu lakukan yakni dengan mencium bau atau aroma buahnya. Buah yang segar pastinya memiliki aroma yang lebih harum dan menggoda sedangkan buah yang sudah layu beraroma kurang harum. Misalnya saat kamu membeli jeruk, jeruk yang segar pastinya akan mengeluarkan bau yang harum, sebaliknya jeruk yang layu akan berbau kurang menyengat atau bahkan berbau tidak sedap. 

Itu dia 4 tips memilih buah segar yang bisa membantumu ketika membeli buah segar. Semoga artikel ini bermanfaat ya! 

Buah adalah hasil reproduksi antara putik dan serbuk sari pada tumbuhan.[1] Buah termasuk organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan.

Kios buah di Barcelona, Spanyol.

Penjaga buah di pasar Rwanda

Buah dalam lingkup pertanian (hortikultura) atau pangan biasanya disebut sebagai buah-buahan. Buah dalam pengertian ini tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ yang lain. Oleh karena itu, untuk membedakannya, buah menurut pengertian botani biasa disebut buah sejati..

Buah sering kali memiliki nilai ekonomi sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri karena di dalamnya disimpan berbagai macam produk metabolisme tumbuhan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, alkaloid, hingga terpena dan terpenoid. Ilmu yang mempelajari segala hal tentang buah dinamakan pomologi.

Kesenjangan pengertian "buah" secara botani dan pangan (buah-buahan) dapat dilihat dari tabel berikut ini:

Buah sejati Bukan buah sejati
Buah-buahan Perkembangan dari bakal buah dan dikonsumsi sebagai buah-buahan.
Contoh: kelapa, jeruk, mangga
Bukan perkembangan dari bakal buah tetapi dikonsumsi sebagai buah-buahan.
Contoh: apel,cempedak, tin (ara), jambu monyet
Bukan buah-buahan
(sayuran atau bumbu)
Perkembangan dari bakal buah tetapi dianggap bukan buah-buahan.
Contoh: tomat, padi, kacang mede
Bukan perkembangan dari bakal buah dan dianggap bukan buah-buahan.
Contoh: buah nangka muda, bongkol bunga matahari

Arti dalam botani

 

Buah semu dari tin, Ficus carica. Dinding luar buah semu adalah dasar bunga majemuk yang menangkup, menutupi 'biji-biji' yang sebetulnya masing-masing adalah sebutir buah.

Dalam pandangan botani, buah adalah sebagaimana tercantum pada paragraf pertama di atas. Pada banyak spesies tumbuhan, yang disebut buah mencakup bakal buah yang telah berkembang lanjut beserta dengan jaringan yang mengelilinginya. Bagi tumbuhan berbunga, buah adalah alat untuk menyebarluaskan biji-bijinya; adanya biji di dalam dapat mengindikasikan bahwa organ tersebut adalah buah, meski ada pula biji yang tidak berasal dari buah.[2]

Dalam batasan tersebut, variasi buah bisa sangat besar, mencakup buah mangga, buah apel, buah tomat, cabai, dan lain-lain. Namun juga bulir (kariopsis) padi, biji (bulir) jagung, atau polong kacang tanah. Sementara, dengan batasan ini, buah jambu monyet atau buah nangka tidak termasuk sebagai buah sejati.

Arti dalam hortikultura atau pangan

Buah dalam pengertian hortikultura atau pangan merupakan pengertian yang dipakai oleh masyarakat luas. Dalam pengertian ini, batasan buah menjadi longgar. Istilah "buah-buahan" dapat digunakan untuk pengertian demikian. Buah-buahan adalah setiap bagian tumbuhan di permukaan tanah yang tumbuh membesar dan (biasanya) berdaging atau banyak mengandung air.

Buah sejati dalam pengertian botani dapat digolongkan sebagai sayur-sayuran dalam pengertian hortikultura, seperti buah tomat, buah cabai, polong kacang panjang, dan buah ketimun. Namun, dapat dijumpai pula, buah tidak sejati (buah semu) yang digolongkan sebagai buah-buahan, seperti buah jambu monyet (yang sebetulnya merupakan pembesaran dasar bunga; buah yang sejati adalah bagian ujung yang berbentuk seperti monyet membungkuk), buah nangka (yakni pembesaran tongkol bunga; buah yang sejati adalah isi buah nangka yang berwarna putih (Jw. beton), bergetah, sedangkan bagian 'daging buah' yang dimakan orang adalah tenda bunga), atau buah nanas.

 

Urutan perkembangan sejenis buah persik, Prunus persica, mulai dari kuncup bunga di awal musim dingin hingga masaknya buah di pertengahan musim panas, lebih dari 7½ bulan kemudian. Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium). Setiap bakal buah berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum), yang masing-masing mengandung sel telur. Bakal biji itu dibuahi melalui suatu proses yang diawali oleh peristiwa penyerbukan, yakni berpindahnya serbuk sari dari kepala sari ke kepala putik. Setelah serbuk sari melekat di kepala putik, serbuk sari berkecambah dan isinya tumbuh menjadi buluh serbuk sari yang berisi sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai putik menuju bakal biji, di mana terjadi persatuan antara sperma yang berasal dari serbuk sari dengan sel telur yang berdiam dalam bakal biji, membentuk zigot yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan berbunga ini melibatkan baik plasmogami, yakni persatuan protoplasma sel telur dan sperma, dan kariogami, yakni persatuan inti sel keduanya.[3]

Buah adalah pertumbuhan sempurna dari bakal buah (ovarium). Setiap bakal buah berisi satu atau lebih bakal biji (ovulum), yang masing-masing mengandung sel telur. Bakal biji itu dibuahi melalui suatu proses yang diawali oleh peristiwa penyerbukan, yakni berpindahnya serbuk sari dari kepala sari ke kepala putik. Setelah serbuk sari melekat di kepala putik, serbuk sari berkecambah dan isinya tumbuh menjadi buluh serbuk sari yang berisi sperma. Buluh ini terus tumbuh menembus tangkai putik menuju bakal biji, di mana terjadi persatuan antara sperma yang berasal dari serbuk sari dengan sel telur yang berdiam dalam bakal biji, membentuk zigot yang bersifat diploid. Pembuahan pada tumbuhan berbunga ini melibatkan baik plasmogami, yakni persatuan protoplasma sel telur dan sperma, dan kariogami, yakni persatuan inti sel keduanya.[3]

Setelah itu, zigot yang terbentuk mulai bertumbuh menjadi embrio (lembaga), bakal biji tumbuh menjadi biji, dan dinding bakal buah, yang disebut perikarp, tumbuh menjadi berdaging (pada buah batu atau drupa) atau membentuk lapisan pelindung yang kering dan keras (pada buah geluk atau nux). Sementara itu, kelopak bunga (sepal), mahkota (petal), benang sari (stamen) dan putik (pistil) akan gugur atau bisa jadi bertahan sebagian hingga buah terbentuk. Pembentukan buah ini terus berlangsung hingga biji menjadi matang. Pada sebagian buah berbiji banyak, pertumbuhan daging buahnya umumnya sebanding dengan jumlah bakal biji yang terbuahi.[4]

Dinding buah, yang berasal dari perkembangan dinding bakal buah pada bunga, dikenal sebagai perikarp (pericarpium). Perikarp ini sering berkembang lebih jauh, sehingga dapat dibedakan atas dua lapisan atau lebih. Bagian luar disebut dinding luar, eksokarp (exocarpium), atau epikarp (epicarpium); bagian dalam disebut dinding dalam atau endokarp (endocarpium); serta lapisan tengah (bisa beberapa lapis) yang disebut dinding tengah atau mesokarp (mesocarpium).[5]

Pada sebagian buah, khususnya buah tunggal yang berasal dari bakal buah tenggelam, kadang-kadang bagian-bagian bunga yang lain (umpamanya tabung perhiasan bunga, kelopak, mahkota, atau benangsari) bersatu dengan bakal buah dan turut berkembang membentuk buah. Jika bagian-bagian itu merupakan bagian utama dari buah, maka buah itu disebut buah semu. Itulah sebabnya penting untuk mempelajari struktur bunga, dalam kaitannya untuk memahami bagaimana bermacam-macam buah terbentuk.[5][6]

Buah-buahan sangat beragam, sehingga sulit untuk menyusun suatu skema pengelompokan yang dapat mencakup semua buah yang telah dikenal orang. Belum lagi adanya kekeliruan-kekeliruan yang mempertukarkan pengertian biji dan buah (misal: 'biji' jagung, yang sesungguhnya adalah buah secara botani).

Baik buah sejati (yang merupakan perkembangan dari bakal buah) maupun buah semu, dapat dibedakan atas tiga tipe dasar buah, yakni:[5]

  • buah tunggal, yakni buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih.
  • buah ganda, yakni jika buah terbentuk dari satu bunga yang memiliki banyak bakal buah. Masing-masing bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri tetapi akhirnya menjadi kumpulan buah yang tampak seperti satu buah. Contohnya adalah sirsak (Annona).
  • buah majemuk, yakni jika buah terbentuk dari bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja. Contohnya adalah nanas (Ananas) dan bunga matahari (Helianthus).

Buah tunggal, atau tepatnya buah sejati tunggal, lebih jauh lagi dapat dibedakan atas bentuk-bentuk buah kering (siccus), yakni yang bagian luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit yang kering; dan buah berdaging (carnosus), yang dinding buahnya tebal berdaging.

Buah kering selanjutnya dibedakan atas buah yang tidak memecah (indehiscens) dan yang memecah (dehiscens). Buah indehiscens berisi satu biji, sehingga untuk memencarkan bijinya buah ini tidak perlu memecah. Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah buah tipe padi, tipe kurung, dan tipe keras.[5]

Buah padi (caryopsis)

 

Bulir gandum

Buah padi (caryopsis, atau bulir) memiliki dinding buah yang tipis, dan berlekatan menyatu dengan kulit biji. Kulit biji ini kadang-kadang berlekatan pula dengan biji. Buah terbungkus oleh sekam. Buah suku padi-padian (Poaceae) dan teki-tekian (Cyperaceae) termasuk ke dalam kelompok ini.

Bulir atau buah padi adalah buah sekaligus biji. Bagian buah terletak di sebelah luar, terdiri dari lemma, palea, dan skutelum (scutellum). Bagian biji terdiri dari lapisan aleuron (hanya setebal satu lapis sel), endospermia (tempat penyimpanan cadangan makanan), dan embrio.

Buah kurung (achenium)

 

Buah kurung bunga pukul empat (Mirabilis jalapa)

Buah kurung (achenium) memiliki dinding buah yang tipis, berdempetan namun tidak berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah buah ('biji') bunga pukul empat (Mirabilis). Buah kurung majemuk contohnya adalah (buah) bunga matahari.

Buah geluk atau buah keras (nut)

 

Buah geluk sejenis berangan (Castanea sativa), dinding luarnya seperti kayu

Buah keras atau geluk (nut) terbentuk dari dua helai daun buah (carpel) atau lebih; bakal biji lebih dari satu, namun biasanya hanya satu yang menjadi biji sempurna. Dinding buah keras, kadang kala mengayu, tidak berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah buah sarangan (Castanopsis).

Pada beberapa jenis buah keras, kulitnya mengalami pelebaran sehingga membentuk semacam sayap yang berguna untuk menerbangkan buah ini—jika masak—menjauh dari pohon induknya. Buah bersayap (samara) semacam ini contohnya adalah buah meranti (Shorea) dan kerabatnya dari suku Dipterocarpaceae.

Buah kering yang memecah (dehiscens)

Umumnya berisi lebih dari satu biji, sehingga memecahnya buah tampaknya terkait dengan upaya untuk memencarkan biji, agar tidak terkumpul di suatu tempat.

Buah berbelah (schizocarpium)

Buah berbelah (schizocarpium) memiliki dua ruang atau lebih, masing-masing dengan sebutir biji di dalamnya. Jika memecah, ruang-ruang itu terpisah namun bijinya masih terbawa di dalam ruang. Sehingga masing-masing ruang seolah buah kurung yang tersendiri. Contohnya adalah kemangi (Ocimum), beberapa jenis anggota Malvaceae, dan lain-lain.

Buah kendaga

Buah kendaga (rhegma) seperti buah belah, namun ruang-ruang itu masing-masing memecah, sehingga bijinya terlempar keluar. Masing-masing ruang terbentuk dari satu daun buah. Contoh: para (Hevea), jarak (Ricinus).

Buah kotak

 

Buah kotak durian lai (Durio kutejensis) beruang lima

Terdiri atas satu atau beberapa daun buah, berbiji banyak. Buah ini memecah jika masak, tetapi kulit buah yang pecah sampai lama tidak terlepas dari tangkai buah. Ada banyak macam buah kotak. Buah kotak sejati (capsula) terdiri atas dua daun buah atau lebih; jumlah ruangannya sesuai dengan jumlah daun buah asalnya. Buah ini membuka dengan bermacam-macam cara. Contohnya adalah durian (Durio), anggrek (Orchidaceae). 'Daging buah' durian yang dimakan sebetulnya adalah arilus (salut biji), perbesaran dari selaput penutup biji.

Selain itu, masih ada lagi beberapa jenis buah kotak seperti berikut ini:

Buah bumbung

 

Buah bumbung Sterculia balanghas, sejenis kepuh; dilihat dari bawah

Buah bumbung (folliculus) berasal dari bakal buah yang terdiri atas satu daun buah dengan banyak biji. Jika masak, kotak terbelah menurut salah satu kampuhnya, biasanya kampuh perut. Contohnya adalah widuri (Calotropis), kepuh (Sterculia).

Buah polong

 

Buah polong johar (Senna siamea)

Buah polong (legumen) terdiri atas satu daun buah dengan satu ruangan dan banyak biji; sering pula ruangan ini terpisah-pisah oleh sekat semu. Jika masak, ruangan akan terbuka menurut kedua kampuhnya yang memanjang. Contohnya adalah aneka jenis polong-polongan (Fabaceae, atau dulu disebut Leguminosae).

Buah lobak

 

Buah Brassica napus, tipe buah lobak. Perhatikan arah pembukaannya.

Buah lobak (siliqua) tersusun dari dua daun buah dengan satu ruangan yang tersekat oleh sekat semu. Buah terpecah menurut kedua kampuhnya ketika masak, tetapi ujungnya masih berlekatan. Biji sebentar masih melekat pada sekat semu, yang sebetulnya adalah tembuni, sebelum pada akhirnya terlepas. Contohnya adalah jenis-jenis suku sawi-sawian (Brassicaceae, atau dulu dikenal sebagai Cruciferae).

 

Buah pala (Myristica fragrans) yang memecah

Buah-buah tunggal berdaging pada umumnya tidak memecah (membuka) ketika masak. Salah satu perkecualiannya adalah pala (Myristica). Beberapa bentuk buah berdaging, di antaranya:

Buah buni

 

Buah buni sebangsa ceplukan (Physalis peruviana), terlindung oleh kelopak bunga yang turut berkembang bersama buah

Buah buni (bacca) mempunyai dinding buah terdiri dari dua lapisan, yakni lapisan luar (eksokarp atau epikarp) yang tipis dan lapisan dalam (endokarp) yang tebal, lunak dan berair. Biji-biji lepas dalam lapisan dalam tersebut. Contohnya adalah buni (marga Antidesma), belimbing (Averrhoa), jambu biji (Psidium), serta tomat dan terung (Solanum) .

Buah mentimun

Buah mentimun (pepo) serupa dengan buah buni, namun dengan dinding luar yang lebih tebal dan kuat. Pada buah yang masak, di tengahnya sering terdapat ruangan dan daging buahnya bersatu dengan banyak biji di dalam ruangan tersebut. Contohnya adalah mentimun (Cucurbita) dan kerabatnya.

Buah jeruk

Buah jeruk (hesperidium) adalah variasi dari buah buni dengan tiga lapisan dinding buah. Lapisan luar yang liat dan berisi kelenjar minyak; lapisan tengah yang serupa jaringan bunga karang dan umumnya keputih-putihan; serta lapisan dalam yang bersekat-sekat, dengan gelembung-gelembung berisi cairan di dalamnya. Biji-biji tersebar di antara gelembung-gelembung itu. Contoh: buah jeruk (Citrus).

Buah batu

 

Buah batu embacang (Mangifera foetida), memperlihatkan endokarpnya yang liat keras, di antara daging yang berserabut

Buah batu (drupa) memiliki tiga lapisan dinding buah. Eksokarp umumnya tipis menjangat (seperti kulit); mesokarp yang berdaging atau berserabut; dan endokarp yang liat, tebal dan keras, bahkan dapat amat keras seperti batu. Contohnya adalah mangga (Mangifera), dengan mesokarp berdaging; atau kelapa (Cocos), yang mesokarpnya berserabut

Buah delima

Dinding luarnya liat, keras atau kaku, hampir seperti kayu; dinding dalam tipis, liat, bersekat-sekat. Masing-masing ruang dengan banyak biji. Selaput biji tebal berair dan dapat dimakan. Contohnya adalah delima (Punica).

Buah berganda adalah buah yang terbentuk dari satu kuntum bunga yang memiliki banyak bakal buah. Tiap-tiap bakal buah itu tumbuh menjadi buah yang tersendiri, lepas-lepas, tetapi akhirnya menjadi kumpulan buah yang tampak seperti satu buah. Sesuai dengan bentuk-bentuk buah penyusunnya, maka dikenal beberapa macam buah berganda. Misalnya:

  • buah kurung berganda, misalnya pada buah mawar (Rosa).
  • buah bumbung berganda, misalnya pada cempaka (Michelia).
  • buah buni berganda, misalnya pada sirsak (Annona).
  • buah batu berganda, misalnya pada murbei (Morus).

 

Pada beberapa jenis tumbuhan, seperti pace, bunga muncul secara teratur dan terus menerus sepanjang tahun, sehingga kita dapat melihat adanya bunga, pentil (buah muda) dan buah masak pada waktu yang bersamaan di satu pohon

Buah majemuk adalah buah hasil perkembangan bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang tumbuh sedemikian sehingga pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja. Dikenal pula beberapa macam buah majemuk, di antaranya:

  • buah padi majemuk, misalnya jagung (Zea). Tongkol jagung sebetulnya berisi deretan buah-buah jagung, bukan biji jagung.
  • buah kurung majemuk, misalnya buah bunga matahari (Helianthus).
  • buah buni majemuk, misalnya buah nanas (Ananas).
  • buah batu majemuk, misalnya buah pandan (Pandanus), pace (Morinda).

Terlihat pada foto di kanan, tahap-tahap perkembangan buah majemuk pada pace. Bunga-bunga pace berkumpul dalam satu perbungaan (bunga majemuk) yang disebut bongkol. Setelah diserbuki dan dibuahi, setiap kuntum bunga mulai tumbuh menjadi buah batu (drupa). Dalam perkembangannya, buah-buah batu ini pada akhirnya saling luluh menjadi sebutir buah batu majemuk.[7]

Sesuai dengan definisi, buah ganda dan buah majemuk sukar disebut buah sejati. Karena pada buah-buah tersebut terdapat bagian-bagian lain dari bunga –selain bakal buah– yang turut bertumbuh dan berkembang menjadi buah, baik bagian-bagian itu menjadi bagian utama buah ataupun bukan.[5]

Keadaan tak berbiji merupakan salah satu ciri penting buah-buahan komersial. Kultivar-kultivar pisang dan nanas adalah contohnya. Demikian pula, buah-buah jeruk, anggur, dan semangka dari kultivar tak berbiji umumnya dihargai lebih mahal. Keadaan tak berbiji demikian biasa pula disebut sukun.[8]

Pada sejumlah spesies, keadaan tak berbiji merupakan hasil dari partenokarpi, yakni proses pembentukan buah tanpa terjadinya pembuahan sebelumnya. Buah partenokarpi bisa terbentuk dengan atau tanpa peristiwa penyerbukan. Kebanyakan kultivar jeruk sukun memerlukan penyerbukan untuk proses pembentukannya; namun pisang dan nanas tidak memerlukannya. Sementara itu, keadaan tak berbiji pada anggur sebetulnya terjadi karena matinya atau tidak tumbuhnya embrio (dan biji) yang dihasilkan oleh pembuahan, keadaan yang dikenal sebagai stenospermokarpi, yang memerlukan proses penyerbukan dan pembuahan secara normal.[9]

Variasi dalam bentuk dan struktur buah terkait dengan upaya-upaya pemencaran biji. Pemencaran ini bisa terjadi dengan bantuan hewan, angin, aliran air, atau proses pecahnya buah yang sedemikian rupa sehingga melontarkan biji-bijinya sampai jauh.[10]

Pemencaran oleh binatang (zookori)

Pemencaran oleh binatang biasa terjadi pada buah-buah yang memiliki bagian-bagian yang banyak mengandung gula atau bahan makanan lainnya. Musang, misalnya, menyukai buah-buah yang manis atau mengandung tepung dan minyak yang menghasilkan energi. Aneka macam buah, termasuk pepaya, kopi dan aren, dimakannya namun biji-bijinya tidak tercerna dalam perutnya. Biji-biji itu, setelah terbawa ke mana-mana dalam tubuh musang, akhirnya dikeluarkan bersama tinja, di tempat yang bisa jadi cukup jauh dari pohon asalnya. Demikian pula yang terjadi pada beberapa macam biji-biji rumput dan semak yang dimakan oleh ruminansia. Pemencaran seperti itu disebut endozoik.[5] Dari golongan burung, telah diketahui sejak lama bahwa burung cabe (Dicaeidae) memiliki keterkaitan yang erat dengan penyebaran beberapa jenis pasilan atau benalu (Loranthaceae); yang buah-buahnya menjadi makanan burung tersebut dan bijinya yang amat lengket terbawa pindah ke pohon-pohon lain.[11][12]

Cara lain adalah apa yang disebut epizoik, yakni pemencaran dengan cara menempel di bagian luar tubuh binatang. Buah atau biji yang epizoik biasanya memiliki kait atau duri, agar mudah melekat dan terbawa pada rambut, kulit atau bagian badan binatang lainnya. Misalnya pada buah-buah rumput jarum (Andropogon), sangketan (Achyranthes), pulutan (Urena) dan lain-lain.[5]

Pemencaran oleh angin (anemokori)

Di kawasan hutan hujan tropika, pemencaran oleh angin merupakan cara yang efektif untuk menyebarkan buah dan biji, nomor dua setelah pemencaran oleh binatang.[13] Tidak mengherankan jika Dipterocarpaceae, kebanyakan memiliki bentuk buah samara, menjadi salah satu suku pohon yang mendominasi tegakan hutan di Kalimantan dan Sumatra. Tumbuhan lain yang memanfaatkan angin, yang juga melimpah keberadaannya di hutan hujan ini, adalah jenis-jenis anggrek (Orchidaceae). Buah anggrek merupakan buah kotak yang memecah dengan celah-celah, untuk melepaskan biji-bijinya yang halus dan mudah diterbangkan angin.[5]

Alih-alih buahnya, pada jenis-jenis tumbuhan tertentu adalah bijinya yang memiliki sayap atau alat melayang yang lain. Biji-biji bersayap ini misalnya adalah biji bayur (Pterospermum), mahoni (Swietenia), atau tusam (Pinus). Biji kapas (Gossypium) dan kapok (Ceiba) memiliki serat-serat yang membantunya melayang bersama angin.

Pemencaran oleh air (hidrokori)

Buah-buah yang dipencarkan oleh air pada umumnya memiliki jaringan pengapung (seperti gabus) yang terisi udara atau jaringan yang tak basah oleh air. Misalnya adalah jaringan sabut pada buah-buah kelapa (Cocos), ketapang (Terminalia) atau putat (Barringtonia).[5]

Buah bakau (Rhizophora) telah berkecambah semasa masih melekat di batangnya (vivipar). Akar lembaga dan hipokotilnya tumbuh memanjang keluar dari buah dan menggantung di ujung ranting, hingga pada saatnya kecambah terlepas dan jatuh ke lumpur atau air di bawahnya.[5] Kecambah yang jatuh ke lumpur mungkin langsung menancap dan seterusnya tumbuh di situ; namun yang jatuh ke air akan terapung dan bisa jadi terbawa arus air sungai atau laut hingga ke tempat yang baru, di mana kecambah itu tersangkut dan tumbuh menjadi pohon.

 

Buah kotak sejenis pacar air (Impatiens walleriana)

Pemencaran sendiri

Beberapa banyak macam buah, melemparkan sendiri biji-bijinya melalui berbagai mekanisme pecahnya dinding buah, yang sebagian besar berdasarkan pada peristiwa higroskopi atau turgesensi.[5] Buah-buah kering yang memecah sendiri (dehiscens), di saat masak kehilangan kadar airnya, hingga pada lengas tertentu bagian-bagian yang terkait melenting secara tiba-tiba, memecah kampuh, dan melontarkan biji-biji di dalamnya ke kejauhan. Contohnya adalah buah para (Hevea), yang sering terdengar 'meletus' di kala hari panas. Demikian pula berbagai macam polong-polongan (Fabaceae), yang dapat melontarkan biji hingga beberapa puluh meter jauhnya. Buah pacar air (Impatiens), karena sifat lentingnya, bahkan sering digunakan anak-anak untuk bermain.

  • Daftar buah
  • Bunga
  • Sayur

  1. ^ Susilawati dan Bachtiar, N. (2018). Biologi Dasar Terintegrasi (PDF). Pekanbaru: Kreasi Edukasi. hlm. 131. ISBN 978-602-6879-99-8.  Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
  2. ^ Lewis, Robert A. (January 1, 2002). CRC Dictionary of Agricultural Sciences. CRC Press. hlm. 375–376. ISBN 0-8493-2327-4. 
  3. ^ a b Mauseth, James D. (2003). Botany: an introduction to plant biology. Boston: Jones and Bartlett Publishers. hlm. 258. ISBN 978-0-7637-2134-3. 
  4. ^ Mauseth. Botany. Chapter 9: Flowers and Reproduction. 
  5. ^ a b c d e f g h i j k Tjitrosoepomo, Gembong (1989). Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Gadjah Mada Univ. Press. hlm. 69–75. ISBN 979-420-084-0. 
  6. ^ Mauseth, James D. (April 1, 2003). Botany: An Introduction to Plant Biology. Jones and Bartlett. hlm. 271–272. ISBN 0-7637-2134-4. 
  7. ^ Parker, Philip M. (December 1, 2004). Morinda Citrifolia - A Medical Dictionary, Bibliography, and Annotated Research Guide to Internet References. ICON Group. ISBN 0-497-00758-4. 
  8. ^ Pusat Bahasa (2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka - Jakarta. hlm. hal.1099. ISBN 979-407-182-X. 
  9. ^ Spiegel-Roy, P. (August 28, 1996). The Biology of Citrus. Cambridge University Press. hlm. 87–88. ISBN 0-521-33321-0.  Parameter |coauthors= yang tidak diketahui mengabaikan (|author= yang disarankan) (bantuan)
  10. ^ Capon, Brian (February 25, 2005). Botany for Gardeners. Timber Press. hlm. 198–199. ISBN 0-88192-655-8. 
  11. ^ Docters van Leeuwen, W.M. (1933). Biology of plants and animals occuring in the higher parts of Mount Pangrango-Gedeh in West Java. Verhand. Konink. Akad. van Wetensch. Amsterdam afd. Natuurk. hlm. 134–135. 
  12. ^ MacKinnon, J. (1993). Panduan Lapangan Pengenalan Burung-burung di Jawa dan Bali. Gadjah Mada University Press. hlm. 363–364. ISBN 979-420-150-2. 
  13. ^ Whitmore, T.C. (1984). Tropical Rain Forest of the Far East. Clarendon Press]]. hlm. 75. ISBN 0-19-854136-8. 

  • Foto-foto perkembangan bunga menjadi buah Diarsipkan 2007-02-18 di Wayback Machine. pada bioimages.vanderbilt.edu
  • Foto-foto pemencaran buah dan biji Diarsipkan 2017-04-25 di Wayback Machine. pada bioimages.vanderbilt.edu
  • Fakta mengenai buah Diarsipkan 2020-07-12 di Wayback Machine. dari California Rare Fruit Growers, Inc.
  • Buah dalam Encyclopedia Britannica 1911

Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Buah&oldid=20963944"