Hasil dari proses meiosis 1 pada oogenesis yang terjadi pada 10 oosit 1 adalah

Proses ini nantinya akan mengalami degenerasi atau perubahan. Jika oosit atau ootid bertemu dengan sel sperma dan pembuahan tidak terjadi, siklus oogenesis terulang kembali.

Tidak hanya itu saja, sel telur pun tidak jadi berkembang sehingga Anda akan mengalami menstruasi.

Hormon yang memengaruhi proses oogenesis

Saat proses oogenesis atau pematangan sel telur wanita berhasil, hal ini yang membuat Anda mengalami ovulasi setiap bulannya.

Perlu diketahui pula bahwa saat mengalami ovulasi, hanya akan ada satu sel telur saja yang matang.

Proses oogenesis ini juga bisa terjadi karena adanya bantuan dan dipengaruhi oleh hormon lainnya yaitu hormon FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone).

Dikutip dari Medline Plus, hormon FSH dapat merangsang pertumbuhan folikel di ovarium (indung telur) sebelum pelepasan sel telur pada proses oogenesis.

Sementara hormon LH mempunyai manfaat untuk memicu terjadinya ovulasi atau pelepasan sel telur dari indung telur.

Oogenesis adalah salah satu istilah yang terkait pada sistem reproduksi wanita, tepatnya sel telur. Berbicara tentang tubuh manusia, termasuk wanita, pasti kita akan bersinggungan dengan serangkaian sistem atau proses yang terjadi di dalamnya, termasuk sistem reproduksi. Seperti yang akan dibahas pada uraian kali ini, yaitu tentang bagaimana proses yang terjadi pada sistem tersebut yang biasa disebut oogenesis.

Proses Oogenesis Pada Wanita

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, bahwa apa yang terjadi dalam sistem reproduksi ini merupakan hal penting dan akan berpengaruh pada proses Anda dalam memiliki keturunan di masa yang akan datang. Kehamilan sendiri terjadi karena adanya pembuahan pada sel telur yang matang, dan oogenesis adalah tahapan pembentukan dari sel telur tersebut.

Maka definisi oogenesis adalah suatu proses pembentukan juga pematangan sel telur [ovum] pada wanita yang terjadi pada ovarium [indung telur]. Sebetulnya, sel telur pada wanita sendiri sudah ada sejak ia berusia 8 hingga 20 minggu saat ia berada dalam kandungan dan ovarium yang ada pada embrio memiliki sekitar 600 ribu sel oogonium atau sel induk telur.

Oogonium itu memperbanyak diri dengan cara mitosis atau membelah diri sampai jumlahnya sekitar 7 juta oosit primer. Namun, jumlah tersebut akan terus berkurang seiring waktu hingga janin lahir. Oosit merupakan sel telur belum matang nantinya akan berkembang dan matang di lapisan luar ovarium.

Dari awalnya terdapat sekitar 7 juta tadi dan jumlahnya terus menurun hingga tersisa sekitar 1-2 juta setelah bayi perempuan lahir. Kemudian, sel-sel telur ini juga akan berhenti berkembang sementara hingga kita masuk pada usia pubertas masa remaja. Nah, disitulah oogonium ini akan aktif bekerja berdasarkan siklus menstruasi kita

Dari 2 juta oosit primer yang ada, hanya sekitar 400 saja yang dapat bertahan hingga menjadi folikel matang atau kantong kecil dengan memiliki dinding sel dan di dalamnya terdapat satu sel telur. Sel telur itulah yang kemudian akan dilepaskan selama wanita berada dalam masa subur atau reproduksi.

Oleh karenanya, proses oogenesis ini penting dan diperlukan untuk menjadikan sel telur matang dan siap untuk dibuahi. Namun, sering bertambahnya usia, kualitas juga kuantitas sel telur mengalami penurunan yang normal terjadi.

Proses Terjadinya Oogenesis

Tahapan dari oogenesis adalah:

1. Fase Pembelahan dan Penggandaan

Oogenesis ini dimulai dengan fase mitosis dan meiosis. Jika pada mitosis yang merupakan proses pembelahan sel dan menghasilkan dua gamet atau yang identic, pada proses meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan empat gamet dan masing-masingnya memiliki jumlah kromosom setengah dari sel induk.

2. Fase Perkembangan

Pada fase ini, pembelahan sel telur pertama pada oogenesis ini terjadi perkembangan sitoplasma [bagian sel] yang tidak seimbang. Karenanya, ada satu oosit yang punya banyak sitoplasma, ada pula yang tidak memilikinya. Oosit yang memiliki banyak sitoplasma berukuran lebih besar daripada yang tidak. Oosit yang ukurannya lebih kecil ini disebut dengan badan polar pertama.

3. Fase Pematangan

Selanjutnya, oosit sekunder yang ukuranya lebih besar tadi, akan mengalami pembelahan sel telur kedua yang menghasilkan ootid. Pada badan polar pertama tadi, ia juga akan membelah ke dalam dua badan polar kedua. Kemudian, Ootid ini akan berkembang menjadi sel telur apabila bertemu dengan sel sperma atau yang disebut spermatozoa.

Maka, dapat dikatakan bahwa ovulasi terjadi saat oosit telah mencapai tahap perkembangan ootid. Yang setelah pembuahan, ootid telah melewati tahap akhir pematangan dan menjadi sel telur.

Oogenesis adalah proses penting yang terjadi pada sistem reproduksi wanita. Informasi terkait oogenesis ini penting dipahami karena terkait dengan sel telur, terutama bagi Anda yang ingin segera memiliki keturunan. Karena pembuahan atau proses ovulasi akan dipengaruhi dari bagaimana oogenesis ini terjadi. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut serta ingin melaksanakan program kehamilan yang aman serta nyaman, segera hubungi morulaivf.co.id.

Video

Sobat Zenius pasti sudah tahu, dong, kalau sel telur itu penting banget untuk proses reproduksi. Tapi apa elo sudah tahu gimana caranya sel telur terbentuk?

Di kelas 11, elo akan belajar tentang pengertian dan tahap-tahap oogenesis.

Penasaran nggak sih, seperti prosesnya? Yuk, pelajari bareng-bareng!

Pengertian Oogenesis

Proses oogenesis (dok. Wikimedia Commons)

Istilah oogenesis berasal dari dua kata, oocyte dan genesis. Oocyte adalah istilah latin untuk sel telur, sementara genesis dalam bahasa latin berarti pembuatan. Jadi, oogenesis adalah sebutan untuk proses pembuatan sel telur.

Nah, proses pembuatan sel telur ini hanya terjadi pada perempuan dan hewan betina saja. Kalau pada laki-laki atau hewan jantan, yang terjadi adalah spermatogenesis atau proses pembuatan sel sperma.

Baca Juga: Sistem Reproduksi Wanita dan Gangguannya – Materi Biologi Kelas 11

Proses Oogenesis

Proses oogenesis sendiri punya ciri-ciri berikut:

  • Menghasilkan 1 sel fungsional
  • Meiosis atau pembelahan reduksi terjadi secara asimetris
  • Proses pembentukan terjadi hanya sekali dalam sebulan
  • Ukuran sel lebih besar dari sel sperma

Proses pembelahan sel pada oogenesis (dok. Wikimedia Commons)

Supaya proses oogenesis ini berjalan lancar, ada beberapa hormon yang berperan penting, yaitu:

  • Follicle stimulating hormone atau hormon FSH yang merangsang pertumbuhan sel-sel folikel.
  • Luteinizing hormone atau hormon LH yang merangsang proses ovulasi atau pengeluaran sel telur.
  • Hormon estrogen yang berfungsi menimbulkan karakter kelamin sekunder.
  • Hormon progesteron yang berfungsi menebalkan dinding endometrium (dinding rahim)

Hasil dari proses oogenesis adalah sebuah sel matang yang disebut dengan ovum. Ovum inilah yang dikeluarkan tubuh perempuan saat ovulasi untuk dibuahi dengan sel sperma.

Uniknya, proses oogenesis ini sudah terjadi sejak bayi perempuan berada dalam kandungan, lho. Tepatnya, proses ini terjadi pada saat janin berusia 5 bulan. Menarik sekali, bukan?

Tahap-tahap Oogenesis

Tahap-tahap oogenesis
(Dok. Wikimedia Commons)

1. Mitosis

Ketika bayi perempuan masih berupa janin, proses penggandaan atau mitosis sudah terjadi. Pada proses ini, sel oogonium atau sel indung telur yang terbentuk untuk reproduksi melakukan pembelahan diri.

Satu sel ini akan membelah menjadi 2 sel, 2 sel lalu membelah menjadi 4 sel, 4 sel itu kemudian membelah menjadi 8 sel, dan begitu seterusnya sampai membentuk oosit primer.

Oosit primer ini memiliki 46 kromosom dan bersifat diploid atau berpasangan. Ketika lahir, seorang bayi perempuan membawa sekitar 1 juta oosit primer. Oosit primer ini akan mengalami masa istirahat sampai perempuan mencapai usia pubertas.

2. Meiosis I

Proses meiosis I terjadi ketika perempuan mencapai usia pubertas. Di fase ini oosit primer membelah diri menjadi dua sel berbeda ukuran. Kedua sel ini bersifat haploid atau memiliki kromosom yang tidak berpasangan.

Sel yang ukurannya lebih besar disebut oosit sekunder. Sementara, sel yang lebih kecil disebut badan kutub primer.

Kedua sel ini kemudian dilepaskan dari ovarium ke tuba falopi untuk melanjutkan proses oogenesis melalui meiosis II jika terjadi fertilisasi.

3. Meiosis II

Pada proses meiosis II, oosit sekunder mengalami pembelahan lagi. Sama seperti proses meiosis I, oosit primer membelah menjadi dua sel yang ukurannya berbeda. Sel yang ukurannya besar disebut ootid, sementara sel yang ukurannya kecil disebut badan kutub sekunder.

Selain itu, badan kutub primer juga membelah diri menjadi dua badan kutub sekunder. Jadi, proses meiosis II menghasilkan satu sel ootid dan tiga badan kutub sekunder.

Lalu, darimana munculnya ovum? Ovum sendiri adalah sel ootid yang berkembang dan matang untuk sistem reproduksi.

Badan kutub sekunder sendiri akan hancur dan mengalami kematian atau polosit.

Apa elo penasaran bagaimana sistem reproduksi bekerja? Coba pelajari selengkapnya di video ini, yuk!

Contoh Soal Proses Oogenesis

Supaya elo lebih paham lagi sama proses oogenesis, coba bahas soal-soal ini dulu, yuk!

1. Pernyataan yang tepat mengenai oogenesis adalah…

a. Oogenesis menghasilkan 4 sel fungsional

b. Oogonium melakukan pembelahan meiosis dan menghasilkan oosit primer

c. Badan polar primer mengalami pembelahan pada meiosis II

d. Pada saat ovulasi, oosit sekunder akan dilepaskan ke tuba falopi dan melanjutkan proses pembelahan meiosis II

e. Oosit sekunder memiliki jumlah kromosom yang sama dengan oosit primer

Oogonium menghasilkan 1 sel ovum yang fungsional. Pertama-tama, oogonium (2n) akan mengalami pembelahan mitosis menghasilkan oosit primer (2n). Pembelahan mitosis akan menghasilkan sel yang jumlah kromosomnya sama dengan induknya. Oosit primer mengalami pembelahan meiosis 1 menghasilkan oosit sekunder (n) dan badan polar I (n). 

Di meiosis I terjadi pengurangan jumlah kromosom. Oosit sekunder dilepaskan dari ovarium saat ovulasi. Jika terjadi fertilisasi, oosit sekunder akan melanjutkan pembelahan meiosis II menghasilkan ootid (n) lalu berkembang menjadi ovum (n). Badan polar I tidak ikut mengalami pembelahan meiosis I. Pada saat meiosis II. dihasilkan badan polar II. Badan polar adalah sel yang tidak fungsional. Jadi, jawabannya adalah d.

2. Pada saat presentasi di kelas, Santi menjelaskan tentang mekanisme oogenesis di depan teman-temannya. Ia mengatakan bahwa proses oogenesis sering digambarkan sebagai produksi telur haploid melalui meiosis, tetapi pada beberapa hewan, termasuk manusia, deskripsi ini tidak seluruhnya tepat.

Berikut ini merupakan alasan yang tepat dalam mendukung pernyataan dari Santi adalah…

a. Hasil dari oogenesis seharusnya menghasilkan 1 ovum fungsional dan 3n badan polar

b. Hasil dari oogenesis seharusnya menghasilkan 1 ovum fungsional dan 2n badan polar

c. Meiosis I menghasilkan 4 gamet yang haploid dan siap dibuahi

d. Setelah terbentuk, oosit sekunder akan langsung dilanjutkan meiosis II membentuk ovum

e. Meiosis II diselesaikan setelah terjadi fertilisasi, sehingga bila tidak terjadi fertilisasi maka tidak terbentuk ovum

Pada manusia, proses meiosis II baru akan selesai apabila terjadi fertilisasi. Jadi, jawabannya adalah e.

Nah, apa sekarang sudah paham dengan proses oogenesis? Kalau elo masih belum paham, elo bisa pelajari materi lengkapnya di aplikasi Zenius, lho. Yuk, download aplikasinya!

Referensi

  • Modul Biologi Kelas XI – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2020)
  • Oogenesis – Britannica (2020)

Download Aplikasi Zenius

Tingkatin hasil belajar lewat kumpulan video materi dan ribuan contoh soal di Zenius. Maksimalin persiapanmu sekarang juga!

Video yang berhubungan