Jelaskan fungsi tuas dan pengungkit dalam olahraga

Definisi pesawat sederhana adalah alat mekanik yang dapat mengubah arah atau besaran dari suatu gaya. Umumnya, alat pesawat sederhana disebut sebagai mekanisme paling sederhana yang memanfaatkan keuntungan mekanik untuk menggandakan gaya.

Tuas atau pengungkit memiliki fungsi memindahkan atau mengangkat beban yang besar dengan menggunakan gaya yang kecil.

Grace Eirin Kamis, 19 Agustus 2021 | 14:00 WIB

Jenis tuas berdasarkan letak titik tumpunya. (Photo by DS stories from Pexels)

Bobo.id - Teman-teman, sudahkah kamu mempelajari pesawat sederhana?

Pesawat sederhana adalah alat mekanik yang dapat merubah arah atau besaran dari sebuah gaya. 

Salah satu jenis pesawat sederhana yaitu tuas atau pengungkit. 

Tuas atau pengungkit adalah sebuah batang yang bisa diputar di sekitar titik tumpu.

Baca Juga: Contoh Pemanfaatan Teknologi Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari

Tuas atau pengungkit ini terdiri atas 3 golongan, lo, teman-teman. Apa saja golongan tersebut? Yuk pelajari bersama!

Golongan Tuas atau Pengungkit

Berdasarkan letak titik tumpunya, tuas atau pengungkit dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu sebagai berikut. 

1. Tuas golongan pertama

Tuas golongan pertama memiliki ciri yaitu titik tumpu berada di antara titik beban dan titik kuasa. 


Page 2


Page 3

Photo by DS stories from Pexels

Jenis tuas berdasarkan letak titik tumpunya.

Bobo.id - Teman-teman, sudahkah kamu mempelajari pesawat sederhana?

Pesawat sederhana adalah alat mekanik yang dapat merubah arah atau besaran dari sebuah gaya. 

Salah satu jenis pesawat sederhana yaitu tuas atau pengungkit. 

Tuas atau pengungkit adalah sebuah batang yang bisa diputar di sekitar titik tumpu.

Baca Juga: Contoh Pemanfaatan Teknologi Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari

Tuas atau pengungkit ini terdiri atas 3 golongan, lo, teman-teman. Apa saja golongan tersebut? Yuk pelajari bersama!

Golongan Tuas atau Pengungkit

Berdasarkan letak titik tumpunya, tuas atau pengungkit dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu sebagai berikut. 

1. Tuas golongan pertama

Tuas golongan pertama memiliki ciri yaitu titik tumpu berada di antara titik beban dan titik kuasa. 

Sistem Pengungkit

Suatu alat kerja sederhana yang bekerja berdasarkan asas – asas momen ialah pengungkit. Pengungkit adalah suatu batang yang kaku yang dapat berputar pada titik yang tetap bila gaya digunakan untuk membatasi beban. Bila bergerak, pengungkit melakukan dua fungsi penting. Pengungkit digunakan untuk mengatasi beban yang lebih besar dari pada gaya, atau untuk memperbesar jarak bergeraknya beban dengan gaya lebih besar dari pada beban.

1. Pengungkit Eksternal
Pengungkit biasa digunakan di dalam kehidupan sehari – hari, seperti misalnya alat pembuka kaleng, pembuka botol, sekop, linggis, gerobak beroda satu, semua merupakan contoh pengungkit sederhana. Meskipun bentuk dan strukturnya berbeda – beda, semua itu merupakan suatu batang yang kaku. Bila gaya digunakan, batang pengungkit berputar pada satu titik yang tetap yang disebut titik putar atau sumbu putar. Gaya tersebut bekerja untuk engatasi suatu beban. Semua pengungkit dirancang untuk tujuan penggunaan gaya yang kecil agar bisa mengatasi beban yang lebih besar.

2. Pengungkit Anatomik
Seperti yang telah diketahui tiap pengungkit merupakan batang yang kaku yang berputar pada sumbunya bila gaya bekerja padanya. Karenanya hampir setiap tulang pada kerangka padat dipandang sebagai pengungkit. Tulang itu sendiri berfungsi seagai batang yang kaku, sendi sebagian sumbu putar, dan otot – otot yang berkontraksi sebagai gaya.segmen badan yang besar, seperti anggota badan atas, atau anggota badan bawah, dapat juga bekerja sebagai pengungkit jika digunakan sebagai kesatuan yang kaku.

3. Jenis – jenis Pengungkit a. Pengungkit jenis kesatu, ialah jika sumbu putar terletak di antara titik pangkal gaya dan titik pangkal beban. b. Pengungkit jenis kedua, ialah jika titik pangkal beban terletak di antara sumbu putar dan titik pangkal gaya.

c. Pengungkit jenis ketiga, ialah jika titik pangkal gaya terletak di antara sumbu putar dan titik pangkal beban.

A. Olahraga yang Menggunakan Sistem Pengungkit I

Sistem Pengungkit dapat diaplikasikan ke dalam olahraga yang sering kita lakukan. Sistem Pengungkit I digunakan dalam olahraga basket. Ketika menggunakan teknik-teknik dalam olahraga basket, terutama pada saat kita melakukan shooting, maka kita menggunakan jenis pengungkit I yakni sumbu putaran terletak antara beban dan gaya. Sendi siku (ekstensi sendi siku/articulatio cubiti) yang menggerakkan incertio tricep brachii dan lengan bawah dan tangan. Sendi siku menggerakkan lengan bawah dan tangan yang terdapat berat, sehingga incertio tricep brachii akan tergerak dan memberikan gaya. Dengan adanya pergerakan sistem sendi yang merupakan jenis pengungkit I, maka sendi siku incertio tricep brachii memberikan gaya pada berat yang ada pada tangan sehingga bola dapat masuk dengan tepat ke dalam ring

 B. Olahraga yang Menggunakan Sistem Pengungkit III

Di dalam olahraga voli dapat diaplikasikan juga jenis pengungkit III, terutama ketika kita melakukan phusing. Jenis pengungkit III yakni gaya terletak antara beban dan sumbu putaran. Sendi yang menggerakkan adalah sendi siku dan menggerakkan incertio bicep brachii dan lengan bawah dan tangan. Namun berbeda dengan jenis pengungkit I, disini gaya yakni incertio bicep brachii berda di antara sumbu putaran yakni sendi siku dan beban yakni lenganbawah tangan. Dengan adanya gerakan dari sendi siku yang menghasilkan sebuah gaya, akan mendorong beban yang tidak lain adalah bola voli itu sendiri sehingga kita dapat memukul bola voli ke atas yang disebut teknik phusing.

MOMENT GAYA

Soal :

Pelempar tolak peluru mengakhiri putarannya siap untuk melepaskan peluru dengan kecepatan rata-rata 28,17 radial/detik. Besarnya jarak antara pusat peluru sampai dengan pusat putaran (columna vertebralis) adalah 70 centimeter (radius). Berapakah kecepatan linier peluru?

Jawaban :

Diket :   =  100 kg

Perpanjangan = 70 cm = 0,7 m

Ditanya :

Jawab :

Jika radius di perpanjang 0,7cm, maka :

=  28,17 x 0,7 = 19,72 m/dt

GAYA SENTRIFUGAL DAN SENTRIPETAL

Soal :

Seorang pelari berlari di lintasan menikung yang berjari-jari 40 m, dengan sudut  untuk menetralisir gaya sentrifugal. Berapakah gaya yang manarik keluar lintasan dari tikungan tersebut jika berat padan pelari adalah 60 kg?

Jawaban :

Diket : r     =  20 m

α    =

B               =  60 kg

g    =  10 m/dt

Ditanya :  Gaya sentrifugal = G

Jawab :

Untuk mencari gaya sentrifugal maka harus terlebih dahulu dicari kecepatannya dengan cara sebagai berikut :

tg α      =

tg 30    =

0,577   =

=  200 x 0.577

=  115,4

=  10,7 m/dt

Mencari gaya sentrifugal yakni dengan cara sebagai berikut :

G   =

=

=

=  34,62 kg

 download disini untuk Biomekanikal Dam Berbagai Cabang Olahraga lainnya yang lebih lengkap !

Artikel Lain Yang Sama KLIK Disini !!



JANGAN LUPA KLIK IKLANNYA YAA.. 1 X KLIK SANGAT BERARTI

Anda sedang membaca artikel Sistem Pengungkit. Terimakasih atas kunjungan serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Jika memang bermanfaat, Anda boleh menyebarluaskannya dan jangan lupa untuk menyertakan sumber link dibawah ini:

https://pendidikanjasmani13.blogspot.com/2012/04/sistem-pengungkit.html