PERTUMBUHAN kecambah di tempat gelap dan terang

Grafik pada soal menunjukkan perbandingan tumbuhan yang ditanam pada tempat dengan intensitas cahaya yang berbeda. Berdasarkan grafik tersebut diketahui bahwa tumbuhan yang berada pada tempat gelap mengalami pertumbuhan batang yang lebih cepat. Hal tersebut diakibatkan oleh aktivitas hormon auksin. Horman auksin lebih aktif pada kondisi gelap. Hormon auksin akan membuat batang tanaman tumbuh dengan cepat. Peristiwa ini disebut etiolasi. Sebaliknya, hormon auksin menjadi kurang aktif pada kondisi terang. Dengan demikian, pertumbuhan batang tumbuhan tidak secepat pada tumbuhan di tempat gelap. Jadi, dapat disimpulkan bahwa X adalah tempat gelap, Y adalah tempat remang­ remang, dan Z adalah tempat terang.


Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.

Pada grafik dapat dilihat bahwa tumbuhan yang berada tempat gelap mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan pada tempat yang terang. Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap disebut etiolasi. Kecambah yang ditumbuhkan pada tempat yang gelap akan tumbuh lebih cepat, batangnya menjadi sangat panjang, tetapi daunnya berwarna kuning karena tidak terbentuk klorofil. Pada tumbuhan yang berada pada tempat terang maka pertumbuhan akan lambat, tetapi daun berklorofil dan batang kecil serta kuat. Dari grafik dapat disimpulkan cahaya memengaruhi pertumbuhan tanaman. 

Oleh karena itu, pilihan jawaban yang benar adalah D.

Klikhijau.com – Pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman mungkin tak bisa dilihat kasat mata prosesnya. Tetapi, semua juga menyadari bahwa cahaya sangatlah diperlukan oleh perkembangan hidup tanaman.

Dalam siklus paling sederhana, tanaman akan terangsang dengan cahaya. Jadi, tumbuhan merespon dan seolah berkomunikasi dengan pendaran cahaya.

Bagaimana menjelaskan ini secara ilmiah? Dalam ilmu biologi, tanggapan tanaman karena adanya rangsangan cahaya yang tidak berasal dari arah tertentu atau yang diperlakukan pada waktu tertentu disebut dengan fotomorfogenesis. Contoh fotomorfogenesis adalah etiolasi, yaitu pemanjangan batang yang disebabkan tidak adanya cahaya.

Untuk mengamati proses ini ada baiknya kita melihatnya dalam sebuah ujicoba sederhana. Ujicoba ini bertujuan menentukan pengaruh cahaya pada pemanjangan batang.

Bahan-Bahan
  • 2 gelas kertas (210 ml)
  • 8 kacang merah
  • tanah
  • air
  • pensil
  • kotak kardus dengan tinggi ±45 cm
  • 2 piring kecil
  • isolasi

Cara Kerja

  1. Isilah setiap gelas kertas dengan tanah sampai 2,5 cm dari atas.
  2. Gunakan pensil untuk membuat 2 lubang pada sisi dekat bagian bawah setiap gelas.
  3. Tempatkan gelas-gelas tersebut di piring yang berbeda.
  4. Tanam 4 kacang dengan kedalaman 2,5 cm.
  5. Basahi tanah pada setiap gelas dengan air dan jaga kelembapannya selama percobaan berlangsung.
  6. Tempatkan semua gelas di dekat jendela.
  7. Letakkan satu gelas di bagian dalam kotak kardus. Tutup semua celah pada kotak dengan isolasi kertas untuk mencegah masuknya cahaya. Catatan: Untuk menambah air ke tanaman di dalam kotak, buka kotak dalam ruangan gelap dan tutup kotak sebelum meninggalkan ruangan tersebut.
  8. Setelah dua minggu, buka kotak dan bandingkan panjang, diameter dan warna batang pada tanaman yang tumbuh di bawah cahaya dengan tanaman yang tumbuh tanpa cahaya (lihat Gambar).
Keterangan: perlakuan tanaman terhadap penerimaan cahaya mempengaruhi proses pertumbuhannya.
Hasil

Dari percobaan ini dapat dibuktikan bahwa tanaman yang ditaruh di tempat yang gelap akan menjadi kurus dan berbatang panjang atau kerempeng. Sedangkan, tanaman yang tumbuh dengan invasi cahaya akan tampak pendek, kokokh, dan berbatang hijau.

Tanaman yang tumbuh di tempat gelap akan mengalami pelambatan perkembangan daun. Sebaliknya, tanaman di tempat gelap akan tumbuh dengan diameter lebih kecil dan warnanya pucat. Untuk diketahui, sinar pancaran sinar matahari juga sangat mempengaruhi warna-warni dedaun tanaman.

KLIK INI:  Pohon Pule, Pohon Keramat dengan Sejuta Manfaat Bagi Kesehatan

Bagaimana penjelasannya?

Fotomorfogenesis adalah istilah yang digunakan untuk tanggapan tanaman terhadap rangsang cahaya, yang arah dan waktunya tidak spesifik. Pemanjangan batang tanaman yang tumbuh di tempat yang gelap adalah akibat fotomorfogenesis yang dikenal sebagai etiolasi.

Pemanjangan sel-sel batang yang berlebihan disebabkan oleh ketidaknormalan tingginya kandungan auksin dan etilen (hormon-hormon pengatur pertumbuhan tanaman).

Sedangkan, warna pucat pada batang yang ditumbuhkan di tempat yang gelap disebabkan oleh kekurangan kloroplas. Kloroplas adalah struktur sel yang berkembang dari struktur sel yang kecil, tidak berwama yang disebut proplastid.

Dengan adanya cahaya, proplastid yang tidak berwama berkembang menjadi kloroplas yang berwarna hijau. Warna hijau adalah hasil dari perkembangan pigmen wama hijau (klorofil) dalam kloroplas.

Klorofil adalah molekul yang peka cahaya yang diperlukan untuk melaksanakan fotosintesis (yang dirangsang oleh cahaya, reaksi yang menghasilkan energi). Dalam keadaan tidak ada cahaya, proplastid tidak berkembang menjadi kloroplas, sehingga menyebabkan wama tanaman menjadi pucat.

Cahaya juga mempengaruhi pembentukan bermacam-macam hormon pertumbuhan dalam sel tanaman yang tumbuh di tempat yang terang.

Kandungan hormon yang rendah menyebabkan sel-sel berkurang panjangnya. Sehingga tanaman yang ditumbuhkan di tempat yang terang mempunyai batang pendek dan tebal dibandingkan dengan batang yang ditumbuhkan di tempat gelap.

Itulah penjelasan mengenai pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman, semoga bermanfaat!

KLIK INI:  Tentang Daun Koja dan Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh


BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

            Salah satu ciri organisme adalah tumbuh dan berkembang. Kedua aktifitas kehidupan ini tidak dapat dipisahkan karena prosesnya berjalan bersamaan. Pertumbuhan diartikan sebagai pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversibel. Irreversibel maksudnya tidak dapat kembali pada keadaan awal. Sedangkan perkembangan adalah proses menuju kedewasaan. Pertumbuhan pada tanaman terbagi dalam beberapa tahapan,yaitu perkecambahan yang diikuti dengan pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder (Wikipedia, 2012).

            Perkecambahan merupakan proses munculnya tanaman kecil dari dalam biji. Untuk itu perlu diketahui bagaimana proses perkecambahan itu terjadi beserta kondisi-kondisi  pada kecambah yang diberikan oleh faktor-faktor penyebab perkecambahan (Wikipedia, 2012).

          Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan pertumbuhan. Selain itu, kekurangan cahaya saat perkembangan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat. Sebaliknya, tumbuhan yang tumbuh ditempat terang menyebabkan tumbuhan tumbuh lebih lambat dengan kondisi relative pendek, daun berkembang, tampak lebih segar dan batang kecambah lebih kokoh. Dengan itu maka dilakukan percobaan ini.

1.2 Tujuan Percobaan

Tujuan dari percobaan ini yaitu untuk mempelajari pengaruh cahaya terhadap perkembangan kecambah kacang hijau Phaseolus radiatus.

I.3 Waktu dan Tempat Percobaan                                

           Percobaan ini dilakukan pada hari Selasa, tanggal  13 Maret 2012, pukul 14.30-17.00 WITA, bertempat di Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar, dan pengamatan dilakukan selama satu minggu di Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

            Cahaya matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh makhluk hidup didunia. Bagi manusia , hewan dan tumbuhan cahaya matahari adalah penerang dunia ini. Selain itu, bagi tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari sangat menentukan proses fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan. Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan (Wikipedia, 2012).

            Cahaya matahari bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, proses perkecambahan yang diletakan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi. Intensitas pencahayaan atau penyinaran yang berbeda akan menghasilkan macam pertumbuhan tumbuhan yang berbeda. Respons tumbuhan terhadap panjang penyinaran yang berariasi disebut fotoperiodisme. Respons itu meliputi dormansi (masa tidur yang bertujuan mengatasi masa/musim yang tidak menguntungkan untuk tumbuh), pembungaan, perkecambahan, dan perkembangan akar, batang dan daun (Gatardi, 2012).

            Cahaya merupakan faktor utama sebagai energi dalam fotosintesis, untuk menghasilkan energi. Kekurangan cahaya akan mengga nggu proses fotosintesis & pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Kekuranagan cahaya pada saat pertumbuhan berlangsung akan menimbulkan gejala etiolasi, dimana dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah & daunnya berukuran lebih kecil, tipis, pucat (Afria, 2012).

            Pengaruh cahaya bukan hanya tergantung kepada fotosintesis (kuat penyinaran) saja, namun ada faktor lain yang terdapat pada cahaya, yaitu berkaitan dengan panjang gelombangnya. Penelitian yang dilakukan oleh Hendrick & Berthwick pada tahun 1984, menunjukan cahaya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan adalah pada spectrum merah dengan panjang gelombang 660nm. Percobaan dengan menggunakan spectrum infra merah dengan panjang gelombang 730nm meberikan pengaruh yang berlawanan. Substansi yang merspon spectrum cahaya adalah fitakram suatu protein warna pada tumbuhan yang mengandung susunan atom khusus yang mengabsorpsi cahaya (Afria, 2012).

            Pertumbuhan tanaman di tunjukkan oleh pertambahan ukuran dan berat kering yang tidak dapat balik.Pertambahan ukuran dan berat kering dari suatu organisme mencerminkan bertambahnya protoplasma,yang tejadi karma baik ukuran sel maupun jumlahnya bertambah. Pertambahan ukuran sel mempunyai batas yang diakibatkan hubungan antar voleme dan luas permukaan. Proses-proses pembelahan sel menentukan dasar untuk pertumbuhan akan tetapi pembelahan sel adalah proses-proses yang diatur secara biokimia, dan tidaklah perlu selalu diatur

langsung oleh hubungan antara volume dan luas permukaannya (Harjadi,1979).

            Umumya daerah pertumbuhan terletak pada bagian bawah mesitem apikal dari tunas akar.Pada rerumputan dan monokotil lainnya daerah pertumbuhan terletak di bagian atas tiap-tiap buku atau nodus. Pertumbuhan jiga terjadi pada bagian-bagian lainnya misalnya pada daun sel-sel akan membesar pada batas tertentu. Pertumbuhan lateral terjadi dengan membesarnya sel-sel yang terletak pada sisi-sisi jaringan cambium. Pertumbuhan bagian pucuk dan akar disebabkan adanya pembentukan sel-sel baru oleh jaringan meristematik (embrionik) pada titk tumbuh diikuti dengan pertumbuhan dan differensiasi sel-selnya,bila mana tumbuhan mencapai ukuran dewasa maka terbentuk bunga (Fahn, 1992).

            Reaksi-reaksi perkecambahan ujung dan alas yaitu fototropisme didalam avena mempunyai dua komponen yang berbeda secara morfologis.Disebut reksi ujung dan reaksi dasar.Kepekaan reaksi ujung lebih besar dari pada kepekaan reaksi dasar. Kinetika pelengkungan berbeda untuk pemberian cahaya untuk diujung dan diatas.Kelengkungan diinduksikan UU(ultra Ungu) banyak sama dengan pelengkungan yang diinduksikan oleh UV(Ultra Violet) oleh pemaparan selama 4 menit atau lebih terhadap cahaya biru yang kuat (Positif Ke 2) sifat-sifat dasar dari pelengkungan alas dan dasar adalah (Blogspot, 2010):

a.       Mereka memerlukan tambahan banyak energi cahaya total dari pada pelengkungan ujung.

b.      Mulai muncul di sepanjang keseluruhan panjang koleoptil yang meluas Melalui puncak pertama,sedangkan pelengkungan ujung tipikalnya mulai didekat apex dan berpindah secara basipetal.

c.       Pemberian cahaya pada apex atau alas dengan energi yang cukup,terutama dengan UU memberikan pelengkung alas.

            Pengamatan tingkat respirasi selama fotosintesis memerlukan penguatan teknik-teknik isotop kerena kedua proses tersebut mengikuti reaksi keseluruhan yang sama dalam arah yang berlawanan.Digunakan dalam fase gas untuk memantau pengambilan respirasi.Didalam pencahayaan lemah penganbilan O2 lebih lemah dan lambat dari pada didalam gelap; pada intensitas tinggi ia akan naik dan dapat melebihi kecepatan didalam gelap 3-4 kalu dengan penyesuaian kembali di dalam ~ 1 menit. Penghambatan parsial pengambilan O2 didalam cahaya lemah terbukti dibuat peka oleh panjang gelombang yang panjang.Ini dianggap berasal dari operasi siklis system yang menghasilkan ATP yang bisa diduga membatasi ADP yang tersedia untuk fosforilasi ini menghambat proses respirasi terakhir.Dipihak lain cahaya gelombang pendek yang paling efektif didalam evolusi secara fotosintesis membuat peka pengambilan oksigen yang meningkat di dalam cahaya kuat (Wilkins, 1992).

            Pengaruh cahaya bukan hanya tergantung kepada fotosintesis (kuat penyinaran) saja, namun ada faktor lain yang terdapat pada cahaya, yaitu berkaitan dengan panjang gelombangnya. Penelitian yang dilakukan oleh Hendrick & Berthwick pada tahun 1984, menunjukan cahaya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan adalah pada spectrum merah dengan panjang gelombang 660nm. Percobaan dengan menggunakan spectrum infra merah dengan panjang gelombang 730nm meberikan pengaruh yang berlawanan. Substansi yang merspon spectrum cahaya adalah fitakram suatu protein warna pada tumbuhan yang mengandung susunan atom khusus yang mengabsorpsi cahaya (Wikipedia, 2012).

            Tumbuhan yang pada salah satu sisinya disinari oleh matahari maka pertumbuhannya akan lambat karena jika auksin dihambat oleh matahari tetapi sisi tumbuhan yang tidak disinari oleh cahaya matahari pertumbuhannya sangat cepat karena kerja auksin tidak dihambat. Sehingga hal ini akan menyebabkan ujung tanaman tersebut cenderung mengikuti arah sinar matahari atau yang disebut dengan fototropisme. Untuk membedakan tanaman yang memiliki hormon yang banyak atau sedikit qita harus mengetahui bentuk anatomi dan fisiologi pada tanaman sehingga kita lebih mudah untuk mengetahuinya. sedangkan untuk tanaman yang diletakkan ditempat yang terang dan gelap diantaranya (Wordpress, 2012).
            Untuk tanaman yang diletakkan ditempat yang gelap pertumbuhan tanamannya sangat cepat selain itu tekstur dari batangnya sangat lemah dan cenderung warnanya pucat kekuningan.hal ini disebabkan karena kerja hormon auksin tidak dihambat oleh sinar matahari. sedangkan untuk tanaman yang diletakkan ditempat yang terang tingkat pertumbuhannya sedikit lebih lambat dibandingkan dengan tanaman yang diletakkan ditempat gelap,tetapi tekstur batangnya sangat kuat dan juga warnanya segar kehijauan, hal ini disebabkan karena kerja hormon auksin dihambat oleh sinar matahari (Wikipedia, 20
12).

BAB III

METODE PERCOBAAN

III.1 Alat

Alat-alat yang digunakan yaitu nampan.

III.2 Bahan

Bahan yang digunakan yaitu 20 biji kacang hijau Phaseolus radiatus, air, tissue, dan koran.

III.3 Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada percobaan ini yaitu :

1.      Merendam beberapa biji kacang hijau di dalam air selama beberapa menit.

2.      Memilih 20 biji kacang hijau yang tidak mengapung di air yang menandakan kualitasnya baik dan cocok.

3.      Menyiapkan 2 buah nampan yang telah diberi koran yang basah di dasarnya.

4.      Menaruh kacang hijau di dalam nampan masing-masing 10 biji.

5.      Menempatkan 1 buah nampan di tempat yang terang dan 1 di tempat gelap.

6.      Melakukan pangamatan selama seminggu untuk melihat perkembangan tanaman dan mencatat hasilnya.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1     Hasil

IV.1.1  Tempat Terang

a.      Panjang Batang (cm)


Hari/Tanggal

Panjang Batang (cm)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Kamis/15-03-2012

0,3

0

1

0,4

1

1,4

1,2

0

0,8

1,5

Jumat/16-03-2012

1,5

2

1,5

2

2

2,4

1,8

0

2

3

Sabtu/17-03-2012

3,2

3

3

4

2,4

3

2,5

1,5

3

3,2

Minggu/18-03-2012

6,9

5

5

5,1

4

12,5

2,7

8

3,5

8,5

b.      Panjang Daun (cm)

Hari/Tanggal

Panjang Batang (cm)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Kamis/15-03-2012

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Jumat/16-03-2012

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Sabtu/17-03-2012

0,8

0,5

1

1

1,2

0,5

0,6

0,1

0,9

0,4

Minggu/18-03-2012

2

1

1,3

1,5

1,5

1,5

1,3

1,1

1,2

1,2

IV.1.2  Tempat Gelap

a.      Panjang Batang (cm)

Hari/Tanggal

Panjang Batang (cm)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Kamis/15-03-2012

2

1,2

1,2

2

1,7

1,5

1,6

1

0,5

1,3

Jumat/16-03-2012

2,6

4

3,2

4,5

3,3

3,5

3

3

3

3,2

Sabtu/17-03-2012

4

4,5

3,3

4,7

3,5

4

3,2

3,5

4

3,5

Minggu/18-03-2012

5,6

5

4,5

6

4

5

4,7

4,5

5

5

b.      Panjang Daun (cm)

Hari/Tanggal

Panjang Batang (cm)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Kamis/15-03-2012

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Jumat/16-03-2012

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Sabtu/17-03-2012

0

0,6

0,1

1,2

0,5

0,5

0,5

0,5

0

0,5

Minggu/18-03-2012

1

1,3

0,5

2

1,2

1,8

1,6

1,5

1,1

1

IV.2 Pembahasan

Percobaan ini menggunakan bahan biji kacang hijau Phaseolus radiatus sebanyak 20 biji. Proses pertama yaitu melakukan perendaman biji dalam nampan selama beberapa menit. Perendaman ini bertujuan untuk mengetahui kualitas biji yang baik yang ditandai dengan adanya biji yang tenggelam. Setelah perendaman, kemudian menyiapkan media tumbuh yaitu  nampan yang berisi kertas koran didasarnya yang telah dibasahi. Setelah itu, menaruh masing-masing 10 biji kacang hijau Phaseolus radiatus pada toples dan ditempatkan ditempat terang dan gelap. Setelah itu melakukan pengamatan selama seminggu. Setelah melakukan pengamatan selama seminggu, diperoleh hasil yaitu pertumbuhan kecambah di tempat yang gelap lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan tanaman yang ditempatkan pada tempat terang. Adapun yang mempengaruhi perbedaan tersebut yakni cahaya. Cahaya merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi proses pertumbuhan dan fotosintesis. Cahaya merupakan faktor yang menghambat proses pertumbuhan, sedangkan ditempat yang gelap terjadi etiolasi dimana pertumbuhan terjadi dengan sangat cepat

Tanaman yang diletakkan ditempat gelap dapat tumbuh dengan cepat karena disebabkan oleh adanya aktivitas hormon auksin yang lebih besar dibandingkan pada tempat yang terang. Aktivitas hormon auksin dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari. Semakin sedikit cahaya matahari maka aktivitas hormon auksin akan semakin besar, dan sebaliknya semakin banyak cahaya matahari maka aktivitas hormon auksin akan semakin sedikit. Hal ini disebabkan karena cahaya matahari dapat merusak hormon auksin. Hormon auksin berfungsi untuk memacu pemanjangan sel. Jadi semakin banyak aktivitas hormon auksin maka pertumbuhan tanaman akan semakin cepat dan sebaliknya. Hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan tanaman yang ditempatkan di daerah gelap lebih cepat dibandingkan di daerah terang.

BAB V

PENUTUP

V.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh cahaya sangat mempengaruhi pertumbuhan kecambah, dimana cahaya akan menghambat kerja auksin pada tanaman yang diletakkan pada tempat yang terang dengan melihat pertumbuhannya yang sangat lambat. Sedangkan pada tempat yang terang cahaya tidak dapat menghambat kerja auksin sehingga pertumbuhannya sangat cepat.

V.2 Saran

Sebaiknya bahan-bahan yang akan digunakan disediakan terlebih dahulu sebelum praktikum, agar praktikum dapat berjalan dengan lancar.

DAFTAR PUSTAKA

Afria, 2012. Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Tumbuhan Kacang Hijau. http://www.isyarathati.wordpress.com. Diakses pada tanggal 13 Maret 2012, pukul 20:49 WITA.

Blogspot, 2010. Perkecambahan. http://emirgarden.blogspot.com/. Diakses pada tanggal tanggal 13 Maret 2012, pukul 20:49 WITA.

Fahn, A., 1992. Anatomi Tumbuhan Edisi ke 3.UGM university: Yogyakarta.

Fitter, A.H., 1994. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.

Gatardi, A.S., 2012. Perkembangan Kecambah. http://id.wikipedia.org/. Diakses pada tanggal 13 Maret 2012, pukul 20:00 WITA.

Harjadi, S.S., 1979. Pengantar Agronomi. Gramedia: Jakarta.

Wikipedia, 2012.  Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan. http:// id.wikipedia.org/. Diakses pada tanggal 13 Maret 2012, pukul 20:05 WITA.

Wilkins, M.B., 1992. Fisiologi Tanaman. Bumi Aksara: Jakarta.

Wordpress, 2012. Peranan Zat Pengatur Tumbuh. http:mybioma.wordpress.com/. Diakses pada tanggal 13 Maret 2012, pukul 20:08 WITA.