Sifat diapedesis yang dimiliki sel sel darah putih merupakan

Ilustrasi sel darah. Foto: Pixabay.com

Terdapat berbagai jenis dan ciri-ciri sel darah putih yang ada di dalam tubuh. Setiap unsur mempunyai peranan dan fungsi tersendiri.

Darah terdiri dari sel-sel darah yang kemudian terbagi lagi menjadi beberapa bagian lainnya. Sel-sel darah mencakup kurang lebih 45 persen dari total darah. Di dalamnya terdiri dari sel darah merah yang disebut eritrosit, sel darah putih atau leukosit, dan keping darah alias trombosit.

Pengertian Sel Darah Putih

Mengutip dari buku berjudul Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VIII yang ditulis Wasis dan Sugeng Yuli Irianto, leukosit atau sel darah putih adalah sel darah yang berfungsi dalam sistem pertahanan tubuh dan kekebalan.

Sel darah putih dapat membunuh dan memakan mikroorganisme dan zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Bentuk leukosit tidak tetap karena bersifat amoeboid, diapedesis, dan fagositosis.

Amoeboid memiliki arti dapat bergerak bebas, sehingga dapat menembus dinding pembuluh kapiler atau disebut sifat diapedesis. Leukosit juga bersifat fagositosis, yaitu dapat membunuh kuman dengan cara memakannya.

Umur leukosit umumnya hanya beberapa hari saja, bahkan ada yang hanya beberapa jam ketika terjadi peradangan dalam tubuh.

Ilustrasi sel darah. Foto: Pixabay.com

Jumlah leukosit normal adalah 4.000-10.000 per mm3 darah. Saat terjadi infeksi, jumlahnya dapat melebihi 10.000 per mm3 darah yang disebut leukositosis.

Jika seseorang memiliki kadar leukosit kurang dari 4.000 per mm3, ia disebut menderita penyakit leukopenia. Hal itu dapat terjadi karena infeksi penyakit AIDS. Jika kadar leukosit di atas 200.000 per mm3, seseorang disebut menderita kanker darah atau leukemia.

Jenis dan Ciri-Ciri Sel Darah Putih

Berdasarkan ada tidaknya butir-butir kasar (granula) dalam sitoplasma leukosit, leukosit dapat dibedakan menjadi granulosit dan agranulosit. Leukosit jenis granulosit terdiri atas eosinofil, basofil, dan netrofil. Sementara, agranulosit terdiri atas limfosit dan monosit.

Mengutip dari buku berjudul Ilmu Pengetahuan Alam yang ditulis Siti Zubaidah dkk., berikut ciri-ciri sel darah putih dan jenisnya secara lengkap.

Mengandung granula berwarna merah. Berfungsi pada reaksi alergi, terutama infeksi cacing.

Mengandung granula berwarna biru. Berfungsi pada reaksi alergi.

Disebut juga sel-sel Poly Morpho Nuclear (PMN) yang berfungsi sebagai fagosit (menyerang patogen).

Ada dua jenis, yaitu sel T dan sel B. Keduanya berfungsi untuk imunitas dan kekebalan tubuh.

Leukosit yang berukuran paling besar dan berfungsi untuk mencerna sel-sel yang mati atau rusak serta membantu sistem kekebalan tubuh.

Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Halo para pembaca setia kompasiana sekalian! Kali ini, penulis akan mengupas tuntas sel darah putih dan kemampuan diapedesisnya.

Sel darah putih atau dikenal juga dengan leukosit merupakan sel darah yang berfungsi untuk melidungi tubuh dari infeksi. Sel darah putih merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh kita. Leukosit ini diproduksi oleh sumsunm tulang. Secara normal, jumlah leukosit pada orang dewasa diantara 4000 -- 10000 per microliter darah. 

Leukosit memiliki beberapa sifat, diantaranya

  1. Diapedesis : kemampuan leukosit untuk menembus keluar dari membrane kapiler menuju ke jaringan
  2. Bergerak Amoeboid : kemampuan leukosit untuk bergerak seperti amoeba, sehingga dapat bertambah panjang sampai 3x dari panjang awal dalam 1 menit
  3. Kemotaksis : kemampuan leukosit untuk bergerak mendekati/menjauhi jaringan yang melepaskan zat kimia
  4. Fagositosis : kemampuan leukosit untuk menelan mikroorganisme, benda asing, dan eritrosit yang sudah rusak

Leukosit secara umum terbagi menjadi 5 jenis, yaitu neutrophil, basophil, eosinophil, dan limfosit. Nah kelima jenis leukosit ini dikelompokkan menjadi 2 kelompok, granulosit dan agranulosit. Granulosit adalah leukosit yang memiliki granula/butiran dalam sitoplasmanya, sedangkan agranulosit adalah leukosit yang tidak memiliki granula dalam sitoplasmanya. 

Granulosit

  1. Neutrofil, komposisinya 50-60% dari leukosit memiliki fungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri. Aktifitas dan jasad neutrophil dalam jumlah besar ditandai dengan keluarnya nanah.
  2. Eosinofil, komposisinya 1-3% dari leukosit memiliki fungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi parasit. Kadar eosinophil yang meningkat mengindikasikan banyaknya parasit.
  3. Basofil, komposisinya <1% dari leukosit memiliki fungi sebagai pemberi reaksi alergi dan antigen dengan mengeluarkan histamin kimia yang menyebabkan peradangan.

Agranulosit

  1. Limfosit B dan T, komposisinya 30% dari leukosit. Limfosit B memiliki fungsi sebagai oenghasil antibody, sedangkan Limfosit T memiliki fungsi sebagai penekan antigen dengan menonaktifkan sel.
  2. Monosit, komposisinya 3-8% dari leukosit memiliki fungsi sebagai fagosit kuat, setelah keluar dari sirkulasi darah dikenal dengan sebutan makrofag.

Setelah mengetahui tentang Leukosit, sekarang kita akan masuk ke dalam topic pembicaraan kita, leukosit kana da dua, granulosit dan agranulosit, dari keduanya mana yang dapat melakukan diapedesis? Sebagian orang percaya bahwa yang dapat melakukan diapedesis hanya yang agranulosit. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa kedua-duanya dapat melakukan diapedesis, manakah yang benar?

Seperti yang sudah saya sebutkan, diapedesis merupakan kemampuan sel darah putih untuk pindah keluar menembus membrane kapiler menuju jaringan. Kemampuan ini hanya digunakan ketika ada pemicu dari rangsangan. Diapedesis disebabkan karena rangsangan dari jaringan yang terinfeksi. 

Saat kita terluka, akan terjadi infeksi pada jaringan oleh bakteri. Karena luka terbuka sangat mudah untuk dikontaminasi oleh bakteri yang dapat menggerogoti jaringan tubuh tersebut. Sehingga leukosit teraktivasi dan mengirim monosit yang akan meninggalkan pembuluh dengan diapedesis menuju ke jaringan yang terinfeksi dan mengeluarkan protein yang merangsang sel endothelium dalam pembuluh darah. 

Sel endothelium yang terangsang ini membentuk selektin yang mana dapat menarik neutrofil untuk menempel di dinding sel endothelium. Hal ini menyebabkan neutrofil menjadi lambat dalam bergerak, sehingga mengakibatkan pembentukan reseptor integri pada sel endothelium. Sehingga neutrofil dapat menempel pada dinding pembuluh darah. 

Selanjutnya, sel tiang yang terdapat pada jaringan ikat juga terangsang oleh jaringan yang terinfeksi tersebut menyebabkan sel tiang memproduksi senyawa histamin. 


Page 2

Halo para pembaca setia kompasiana sekalian! Kali ini, penulis akan mengupas tuntas sel darah putih dan kemampuan diapedesisnya.

Sel darah putih atau dikenal juga dengan leukosit merupakan sel darah yang berfungsi untuk melidungi tubuh dari infeksi. Sel darah putih merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh kita. Leukosit ini diproduksi oleh sumsunm tulang. Secara normal, jumlah leukosit pada orang dewasa diantara 4000 -- 10000 per microliter darah. 

Leukosit memiliki beberapa sifat, diantaranya

  1. Diapedesis : kemampuan leukosit untuk menembus keluar dari membrane kapiler menuju ke jaringan
  2. Bergerak Amoeboid : kemampuan leukosit untuk bergerak seperti amoeba, sehingga dapat bertambah panjang sampai 3x dari panjang awal dalam 1 menit
  3. Kemotaksis : kemampuan leukosit untuk bergerak mendekati/menjauhi jaringan yang melepaskan zat kimia
  4. Fagositosis : kemampuan leukosit untuk menelan mikroorganisme, benda asing, dan eritrosit yang sudah rusak

Leukosit secara umum terbagi menjadi 5 jenis, yaitu neutrophil, basophil, eosinophil, dan limfosit. Nah kelima jenis leukosit ini dikelompokkan menjadi 2 kelompok, granulosit dan agranulosit. Granulosit adalah leukosit yang memiliki granula/butiran dalam sitoplasmanya, sedangkan agranulosit adalah leukosit yang tidak memiliki granula dalam sitoplasmanya. 

Granulosit

  1. Neutrofil, komposisinya 50-60% dari leukosit memiliki fungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri. Aktifitas dan jasad neutrophil dalam jumlah besar ditandai dengan keluarnya nanah.
  2. Eosinofil, komposisinya 1-3% dari leukosit memiliki fungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi parasit. Kadar eosinophil yang meningkat mengindikasikan banyaknya parasit.
  3. Basofil, komposisinya <1% dari leukosit memiliki fungi sebagai pemberi reaksi alergi dan antigen dengan mengeluarkan histamin kimia yang menyebabkan peradangan.

Agranulosit

  1. Limfosit B dan T, komposisinya 30% dari leukosit. Limfosit B memiliki fungsi sebagai oenghasil antibody, sedangkan Limfosit T memiliki fungsi sebagai penekan antigen dengan menonaktifkan sel.
  2. Monosit, komposisinya 3-8% dari leukosit memiliki fungsi sebagai fagosit kuat, setelah keluar dari sirkulasi darah dikenal dengan sebutan makrofag.

Setelah mengetahui tentang Leukosit, sekarang kita akan masuk ke dalam topic pembicaraan kita, leukosit kana da dua, granulosit dan agranulosit, dari keduanya mana yang dapat melakukan diapedesis? Sebagian orang percaya bahwa yang dapat melakukan diapedesis hanya yang agranulosit. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa kedua-duanya dapat melakukan diapedesis, manakah yang benar?

Seperti yang sudah saya sebutkan, diapedesis merupakan kemampuan sel darah putih untuk pindah keluar menembus membrane kapiler menuju jaringan. Kemampuan ini hanya digunakan ketika ada pemicu dari rangsangan. Diapedesis disebabkan karena rangsangan dari jaringan yang terinfeksi. 

Saat kita terluka, akan terjadi infeksi pada jaringan oleh bakteri. Karena luka terbuka sangat mudah untuk dikontaminasi oleh bakteri yang dapat menggerogoti jaringan tubuh tersebut. Sehingga leukosit teraktivasi dan mengirim monosit yang akan meninggalkan pembuluh dengan diapedesis menuju ke jaringan yang terinfeksi dan mengeluarkan protein yang merangsang sel endothelium dalam pembuluh darah. 

Sel endothelium yang terangsang ini membentuk selektin yang mana dapat menarik neutrofil untuk menempel di dinding sel endothelium. Hal ini menyebabkan neutrofil menjadi lambat dalam bergerak, sehingga mengakibatkan pembentukan reseptor integri pada sel endothelium. Sehingga neutrofil dapat menempel pada dinding pembuluh darah. 

Selanjutnya, sel tiang yang terdapat pada jaringan ikat juga terangsang oleh jaringan yang terinfeksi tersebut menyebabkan sel tiang memproduksi senyawa histamin. 


Lihat Healthy Selengkapnya


Page 3

Halo para pembaca setia kompasiana sekalian! Kali ini, penulis akan mengupas tuntas sel darah putih dan kemampuan diapedesisnya.

Sel darah putih atau dikenal juga dengan leukosit merupakan sel darah yang berfungsi untuk melidungi tubuh dari infeksi. Sel darah putih merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh kita. Leukosit ini diproduksi oleh sumsunm tulang. Secara normal, jumlah leukosit pada orang dewasa diantara 4000 -- 10000 per microliter darah. 

Leukosit memiliki beberapa sifat, diantaranya

  1. Diapedesis : kemampuan leukosit untuk menembus keluar dari membrane kapiler menuju ke jaringan
  2. Bergerak Amoeboid : kemampuan leukosit untuk bergerak seperti amoeba, sehingga dapat bertambah panjang sampai 3x dari panjang awal dalam 1 menit
  3. Kemotaksis : kemampuan leukosit untuk bergerak mendekati/menjauhi jaringan yang melepaskan zat kimia
  4. Fagositosis : kemampuan leukosit untuk menelan mikroorganisme, benda asing, dan eritrosit yang sudah rusak

Leukosit secara umum terbagi menjadi 5 jenis, yaitu neutrophil, basophil, eosinophil, dan limfosit. Nah kelima jenis leukosit ini dikelompokkan menjadi 2 kelompok, granulosit dan agranulosit. Granulosit adalah leukosit yang memiliki granula/butiran dalam sitoplasmanya, sedangkan agranulosit adalah leukosit yang tidak memiliki granula dalam sitoplasmanya. 

Granulosit

  1. Neutrofil, komposisinya 50-60% dari leukosit memiliki fungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri. Aktifitas dan jasad neutrophil dalam jumlah besar ditandai dengan keluarnya nanah.
  2. Eosinofil, komposisinya 1-3% dari leukosit memiliki fungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi parasit. Kadar eosinophil yang meningkat mengindikasikan banyaknya parasit.
  3. Basofil, komposisinya <1% dari leukosit memiliki fungi sebagai pemberi reaksi alergi dan antigen dengan mengeluarkan histamin kimia yang menyebabkan peradangan.

Agranulosit

  1. Limfosit B dan T, komposisinya 30% dari leukosit. Limfosit B memiliki fungsi sebagai oenghasil antibody, sedangkan Limfosit T memiliki fungsi sebagai penekan antigen dengan menonaktifkan sel.
  2. Monosit, komposisinya 3-8% dari leukosit memiliki fungsi sebagai fagosit kuat, setelah keluar dari sirkulasi darah dikenal dengan sebutan makrofag.

Setelah mengetahui tentang Leukosit, sekarang kita akan masuk ke dalam topic pembicaraan kita, leukosit kana da dua, granulosit dan agranulosit, dari keduanya mana yang dapat melakukan diapedesis? Sebagian orang percaya bahwa yang dapat melakukan diapedesis hanya yang agranulosit. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa kedua-duanya dapat melakukan diapedesis, manakah yang benar?

Seperti yang sudah saya sebutkan, diapedesis merupakan kemampuan sel darah putih untuk pindah keluar menembus membrane kapiler menuju jaringan. Kemampuan ini hanya digunakan ketika ada pemicu dari rangsangan. Diapedesis disebabkan karena rangsangan dari jaringan yang terinfeksi. 

Saat kita terluka, akan terjadi infeksi pada jaringan oleh bakteri. Karena luka terbuka sangat mudah untuk dikontaminasi oleh bakteri yang dapat menggerogoti jaringan tubuh tersebut. Sehingga leukosit teraktivasi dan mengirim monosit yang akan meninggalkan pembuluh dengan diapedesis menuju ke jaringan yang terinfeksi dan mengeluarkan protein yang merangsang sel endothelium dalam pembuluh darah. 

Sel endothelium yang terangsang ini membentuk selektin yang mana dapat menarik neutrofil untuk menempel di dinding sel endothelium. Hal ini menyebabkan neutrofil menjadi lambat dalam bergerak, sehingga mengakibatkan pembentukan reseptor integri pada sel endothelium. Sehingga neutrofil dapat menempel pada dinding pembuluh darah. 

Selanjutnya, sel tiang yang terdapat pada jaringan ikat juga terangsang oleh jaringan yang terinfeksi tersebut menyebabkan sel tiang memproduksi senyawa histamin. 


Lihat Healthy Selengkapnya


Page 4

Halo para pembaca setia kompasiana sekalian! Kali ini, penulis akan mengupas tuntas sel darah putih dan kemampuan diapedesisnya.

Sel darah putih atau dikenal juga dengan leukosit merupakan sel darah yang berfungsi untuk melidungi tubuh dari infeksi. Sel darah putih merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh kita. Leukosit ini diproduksi oleh sumsunm tulang. Secara normal, jumlah leukosit pada orang dewasa diantara 4000 -- 10000 per microliter darah. 

Leukosit memiliki beberapa sifat, diantaranya

  1. Diapedesis : kemampuan leukosit untuk menembus keluar dari membrane kapiler menuju ke jaringan
  2. Bergerak Amoeboid : kemampuan leukosit untuk bergerak seperti amoeba, sehingga dapat bertambah panjang sampai 3x dari panjang awal dalam 1 menit
  3. Kemotaksis : kemampuan leukosit untuk bergerak mendekati/menjauhi jaringan yang melepaskan zat kimia
  4. Fagositosis : kemampuan leukosit untuk menelan mikroorganisme, benda asing, dan eritrosit yang sudah rusak

Leukosit secara umum terbagi menjadi 5 jenis, yaitu neutrophil, basophil, eosinophil, dan limfosit. Nah kelima jenis leukosit ini dikelompokkan menjadi 2 kelompok, granulosit dan agranulosit. Granulosit adalah leukosit yang memiliki granula/butiran dalam sitoplasmanya, sedangkan agranulosit adalah leukosit yang tidak memiliki granula dalam sitoplasmanya. 

Granulosit

  1. Neutrofil, komposisinya 50-60% dari leukosit memiliki fungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri. Aktifitas dan jasad neutrophil dalam jumlah besar ditandai dengan keluarnya nanah.
  2. Eosinofil, komposisinya 1-3% dari leukosit memiliki fungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi parasit. Kadar eosinophil yang meningkat mengindikasikan banyaknya parasit.
  3. Basofil, komposisinya <1% dari leukosit memiliki fungi sebagai pemberi reaksi alergi dan antigen dengan mengeluarkan histamin kimia yang menyebabkan peradangan.

Agranulosit

  1. Limfosit B dan T, komposisinya 30% dari leukosit. Limfosit B memiliki fungsi sebagai oenghasil antibody, sedangkan Limfosit T memiliki fungsi sebagai penekan antigen dengan menonaktifkan sel.
  2. Monosit, komposisinya 3-8% dari leukosit memiliki fungsi sebagai fagosit kuat, setelah keluar dari sirkulasi darah dikenal dengan sebutan makrofag.

Setelah mengetahui tentang Leukosit, sekarang kita akan masuk ke dalam topic pembicaraan kita, leukosit kana da dua, granulosit dan agranulosit, dari keduanya mana yang dapat melakukan diapedesis? Sebagian orang percaya bahwa yang dapat melakukan diapedesis hanya yang agranulosit. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa kedua-duanya dapat melakukan diapedesis, manakah yang benar?

Seperti yang sudah saya sebutkan, diapedesis merupakan kemampuan sel darah putih untuk pindah keluar menembus membrane kapiler menuju jaringan. Kemampuan ini hanya digunakan ketika ada pemicu dari rangsangan. Diapedesis disebabkan karena rangsangan dari jaringan yang terinfeksi. 

Saat kita terluka, akan terjadi infeksi pada jaringan oleh bakteri. Karena luka terbuka sangat mudah untuk dikontaminasi oleh bakteri yang dapat menggerogoti jaringan tubuh tersebut. Sehingga leukosit teraktivasi dan mengirim monosit yang akan meninggalkan pembuluh dengan diapedesis menuju ke jaringan yang terinfeksi dan mengeluarkan protein yang merangsang sel endothelium dalam pembuluh darah. 

Sel endothelium yang terangsang ini membentuk selektin yang mana dapat menarik neutrofil untuk menempel di dinding sel endothelium. Hal ini menyebabkan neutrofil menjadi lambat dalam bergerak, sehingga mengakibatkan pembentukan reseptor integri pada sel endothelium. Sehingga neutrofil dapat menempel pada dinding pembuluh darah. 

Selanjutnya, sel tiang yang terdapat pada jaringan ikat juga terangsang oleh jaringan yang terinfeksi tersebut menyebabkan sel tiang memproduksi senyawa histamin. 


Lihat Healthy Selengkapnya