Terdapat .... genre tari yang berkembang di daerah jawa barat.

ilustrasi Tarian daerah, sumber gambar: https://www.unsplash.com/

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia memiliki segudang tarian daerah. Setiap daerah memiliki kebudayaan yang menjadi ciri khas dan kebanggaan dari daerah tersebut. Salah satu provinsi yang memiliki kekayaan budaya adalah Jawa Barat. Ada banyak tarian daerah Jawa Barat yang perlu dilestarikan oleh generasi di masa kini agar tidak punah.

Dikutip dari buku Mengenal Seni Tari Indonesia oleh Muryanto (2020), tari daerah merupakan bagian dari kebudayaan nasional. Tari tradisional memiliki dua sifat, yaitu sebagai sarana ritual dan sebagai sarana hiburan.

Globalisasi menjadi salah satu penyebab mengapa generasi di zaman sekarang lebih menyukai budaya luar negeri dibanding budaya di negeri sendiri. Pertukaran budaya yang tanpa sekat dan dapat diakses dengan mudah melalui internet menjadi keuntungan sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia agar dapat mempertahankan budaya aslinya.

Tarian Daerah Jawa Barat beserta Properti dan Filosofinya

ilustrasi Tarian daerah, sumber gambar: https://www.pexels.com/

Tarian daerah merupakan tari tradisional yang berasal dari daerah tertentu yang memiliki nilai-nilai filosofi tertentu. Jawa Barat termasuk daerah yang memiliki banyak sekali tari tradisional. Masing-masing tarian memiliki karakteristiknya tersendiri yang membuatnya berbeda antara tarian satu dengan yang lainnya. Berikut adalah tari daerah Jawa Barat yang perlu duiketahui:

Tari Jaipong adalah perpaduan dari topeng banjet, pencak silat, wayang golek, tarian ketuk tilu, dan berbagai unsur seni lain dari Karawang, Jawa Barat. Sejak diciptakan oleh H. Suanda pada 1976 silam, Jaipong akhirnya berkembang dengan pesat dan memicu apresiasi dari khalayak lebih luas.

Tari Jaipong menggunakan berbagai jenis properti seperti sinjang (celana panjang), apok (baju atasan penari) dan selendang. Gerakan Tari Jaipong yang cepat dan lincah menggambarkan perempuan Sunda di masa kini yang energik, pantang menyerah, berani dan mandiri.

Ketuk Tilu adalah salah satu tarian khas Jawa Barat. Tarian ini merupakan sarana ritual untuk menyambut peristiwa panen padi. Seiring berkembangnya zaman, tari Ketuk Tilu mengalami perubahan, baik dari segi tarian maupun kegunaannya.

Tarian ini dinamakan ketuk karena diiringi oleh tiga buah alat musik ketuk. Adapun alat musik tersebut yaitu ketuk (bonang) yang menjadi pengiring utama yang memunculkan pola irama rebab, dua kendang indung (besar) dan kulanter (kecil) yang dipakai untuk mengontrol dinamika tari.

Seperti namanya, Tari Topeng Cirebon menggunakan properti berupa topeng saat menari. Ada lima jenis topeng yang digunakan, yaitu topeng kelana, topeng panji, topeng panji, topeng patih, dan topeng rumyang. Filosofi tari Topeng Cirebon yaitu menggambarkan elemen kehidupan yang begitu luas. Hal ini mencakup cinta, kepribadian, angkara murka, dan perjalanan hidup manusia dari Lahir Sampai Dewasa.

Tari Wayang mulai berkembang di nusantara pada abad ke-16, tepatnya di era kesultanan Cirebon. Pertunjukan seni ini dapat dilakukan oleh dua orang atau lebih penari. Dalam pementasannya, tari wayang diiringi oleh musik gamelan salendro. Para penari menggunakan berbagai atribut seperti sayap belakang, rapek atau pedangan, selendang dan mahkota.

Tari Wayang sangat populer karena mempunyai keunikan, di mana tokoh-tokoh yang diangkat di dalamnya merupakan tokoh-tokoh wayang tersohor. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak masyarakat yang menikmati pertunjukan ini.

Tari Ronggeng Bugis merupakan tarian yang berasal dari Bugis, Sulawesi Selatan. Penciptaan tari daerah ini diilhami dari sejarah masa lalu, yakni ketika Kerajaan Cirebon dibantu oleh Kerajaan Bugis di masa-masa kolonial.

Pementasan Tari Ronggeng Bugis diiringi dengan gamelan yang terdiri dari gong kecil, kelenang, saron, kendang kecil, dan kecrek. Tarian ini cukup unik karena dipentaskan oleh penari laki-laki yang berdandan ala wanita. Hal tersebut sekaligus menjadi filosofi tarian ini yaitu untuk menghibur orang yang hatinya tengah bersedih.


Page 2

Melesatarikan budaya dengan mengetahui berbagai macam tarian tradisional Jawa Barat.

Tarian tradisional Jawa Barat sangatlah banyak ragamnya. Demi melestarikan budaya yang tentunya sangat banyak, cara paling mudah adalah dengan setidaknya mengetahui keberadaannya.

Tarian tradisional Jawa Barat sendiri memiliki banyak sekali nilai yang terkandung. Terdapat nilai sosial budaya serta nilai filosofis yang dimiliki oleh tarian tradisional Jawa Barat.

Tarian tradisional sendiri biasanya mencerminkan potret kehidupan yang terjadi di masyarakat. Tak hanya itu, tarian pun kadang mencerminkan doa harapan, perjuangan, dan ritual yang dilakukan oleh masyarakat daerah tersebut di waktu lampau.

Yuk ketahui berbagai macam tarian tradisional Jawa Barat!

Baca Juga: Intip Keunikan 7 Tradisi Cukur Rambut Pertama Anak Dari Berbagai Budaya

Tarian Tradisional Jawa Barat

Jawa Barat menawarkan berbagai macam tarian tradisional yang bisa kita nikmati dan juga lestarikan. Ketahui kekayaan provinsi ini dengan tarian tradisional Jawa Barat berikut ini, yuk!

1. Tari Topeng

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari Blog Kulo tari Topeng adalah salah satu tarian tradisional Jawa Barat yang paling terkenal. Pagelaran tari topeng sendiri sudah berada di Cirebon sejak abad ke 19, Moms!

Tari topeng ini dulu dikenal dengan Topeng Bahakan. Menurut sejarahnya, darah Jawa Barat seperti Sumedang, Bandung, Garut, dan Tasikmalaya di datangi oleh rombongantopeng berupa wayang wong dengan dalangnya yang bernama Koncer dan Wentar pada tahun 1930.

Secara historis, hal tersbeutlah yang menjadi awal mula munculnya Tari Topeng ke Jawa Barat Priangan. Hal tersebut pula yang menjadi penetapan awal perkembangan kesenian Tari Topeng Priangan.

Baca Juga: 5 Resep Nasi Liwet Sunda, Bila Moms Bosan dengan Nasi Putih!

2. Tari Jaipong

Foto: riverspace.org

Setelah Tari Topeng, tarian tradisional Jawa Barat yang juga terkenal adalah Tari Jaipong, Moms.

Dilansir dari Si Lontong tarian ini berasal dari daerah Bandung, Jawa Barat. Seni tari ini lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung yakni Gugum Gumbira.

Gugum Gumbira sendiri memiliki perhatian yang lebih pada kesenian rakyat. Hal ini pun menjadi penyebab ia mengetahui dan sangat mengenal perbendaharan atau pola gerak tari tradisional yang ada pada Kliningan atau Bajidoran dan Ketuk Tilu.

Berbagai macam gerak dari bukaan, pencugam nibakeun dan beberapa gerak mincid dari tarian ini menjadi inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang dikenal dengan nama Jaipongan ini.

Baca Juga: Jangan Terlalu Membatasi, Ini Dia 3 Cara Mengembangkan Kreativitas Anak

3. Tari Kursus

Foto: seringjalan.com

Tarian tradisional Jawa Barat lain adalah Tari Kursus. Tarian ini adakag sebuah perkembangan dari tari Tayub.

Tari Tayub sendiri hadir, tumbuh dan berkembang pada masa keemasan kaum bangsawan di masa lampau, Moms. Tari Kursus sudah hadir pada tahun 1927 silam.

Tarian ini hadir dari sebuah nama perkumpulan Wirahmasari, yang menjadi pimpinan R. Sambas Wirakusumah dan juga Ranca Ekek Bandung.

Tari Kursus sendiri adalah salah satu tarian yang diajarkan secara sistematis. Tarian pini memiliki patokan atau aturan tertentu dalam tata cara pembawaannya.

Baca Juga: Berasa Nostalgia, Ini 5 Jajanan Tradisional dari Kelapa yang Bikin Lidah Bergoyang

4. Tari Sampiung

Foto: disparbud.jabarprov.go.id

Tari Samping adalah salah satu tarian tradisional Jawa Barat. Tarian ini sangat unik karena apda mulanya ia memiliki fungsi sebagi bagian dari upacara adat Sunda yang ada seperti Upacara Seren Taun, Ngaruat, Rebo Wekasan dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, Tarian Sampiung sendiri pun biasnaya tampil di berbagai hari besar nasional seperti Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Nama tarian ini sendiri berasal dari judul lagu pengiringnya, Moms! Tarian Sampiung sendiri pun memiliki nama lain yakni Tari Ngekngek.

Sebutan Tari Ngekngek sendiri hadir karena waditra pengiringnya adalah Tarawangsa atau sejenis Rebab yang juga terkenal dengan sebutan Ngekngek.

Tari Sampiung pun memiliki nama lain selanjutnya yakni Tari Jantreng. Jantreng sendiri adalah alat musik pengiring tarian tersebut.

Baca Juga: 12 Makanan Khas Sunda yang Terkenal dan Nikmat!

5. Tari Sintren

Foto: cirebonkota.go.id

Tari tradisional Jawa Barat lainnya yang satu ini sangat unik, Moms. Karena Tari Sintren sendiri juga merupakan taria tradisional dari Jawa Tengah.

Alasan Tari Sintren bisa dimiliki oleh 2 provinsi ini dikarenakan kesenian ini menyebar di sekitar wilayah pesisir utara yakni Indramayu, Cirebon, Jatibarang, Tegal, Brebes, Banyumas, Kuningan dan terus hingga daerah Pekalongan.

Hal lain yang menyebabkan Tari Sintren sangat sarat dengan keunikannya adalah karena ini merupakan salah satu tarian mistis. Tari Sintren sendiri memiliki awal mula cerita dari kisah cinta Sulandono dan Sulasih.

Kisah cinta Sulandono dan Sulasih sendiri sangat rumit karena dihalangi oleh restu ayah dari Silandono yang bernama Ki Bahurekso. Pada akhirnya Sulandono pun memilih untuk menjadi petapa dan Sulasih menjadi penari.

Namun, meski terpisah, masyarakat di masa itu sangat yakin bahwa keduanya selalu bertemu di alam ghaib.

Perempuan yang menjadi penari dari tarian ini adalah gadis yang suci. Tarian ini pun melibatkan seornag pawang dan pengiring gendang yang berjumlah 6 orang.

Pada awalnya, penari akan masuk dalam kurungan ayam yang tertutup kain. Setelah itu pawang pun mengitarinya dan kemudian memanggil roh bidadari.

Jika pawang berhasil melakukan pemanggilan roh bidadari, maka ketika dibuka penari akan kerasukan dan mulai menari.

6. Tari Ronggeng Bugis

Foto: seringjalan.com

Salah satu tarian tradisional Jawa Barat yang lain adalah Ronggeng Bugis. Tarian ini berasalah dari Cirebon.

Tari Ronggeng Bugis sendiri sangat unik karena merupakan sebuah tarian komedi. Ronggeng Bugis melibatkan 12-20 penari yang berdandan dan menari seperti perempuan.

Para penari tidak akan terlihat cantik seperti penari pada umumnya karena mereka merias wajah sedemikain rupa dan lebih mirip dengan badut. Hal ini adalah salah satu daya tarik yang mengundang gelak tawa.

Tarian ini memiliki sejarah dari ketegangan yang pernah dimiliki oleh kerajaan Cirebon dengan Kerajaan Islam. Sunan Gunung Djati yang merupakan Raja Cirebon menyuruh seorang kerabat dari Bugis untuk menjadi mata-mata atau yang saat itu dikenal dengan istilah "telik sandi" mengintai Kerajaan Pajajaran.

Nah, hal tersebut jugalah yang membuat Tarian Ronggeng Bugis sendiri memiliki nama lain yakni Tari Telik Sandi. Tarian ini tampil dengan iringan alat musik tradisional yang tentunya menjadi ciri khas Jawa Barat yakni Kelenang, Gong Kecil, Kendang Kecil dan juga Kecrek.

7. Tari Wayang

Foto: wartasunda212.blogspot.com

Nah, tarian tradisional Jawa Barat yang terakhir adalah Tari Wayang. Tarian ini adalah tarian khas yang memiliki latar belakang cerita Wayang.

Jadi, gerak dasar dari Tari Wayang sendiri memiliki akar dari penokohan serta status karakter Wayang.

Tari Wayang sendiri pada umumnya dimainkan dengan iringan gamelan salendro.

Ciri utama dari Tari Wayang sendiri adalah penggambaran yang jelas dari status tokoh Wayang. Ada tingkatan karakter atau watak tertentu serta bisa dimainkan secara masal, duet, dan juga satu orang.

Nah itu dia tarian tradisional Jawa Barat yang perlu Moms ketahui!

  • https://blogkulo.com/daftar-tari-tradisional-jawa-barat/
  • https://www.silontong.com/2018/08/31/tarian-daerah-jawa-barat/