Tips agar tidak kehabisan tenaga saat melahirkan

Sumber karbohidrat alami yang mudah dicerna oleh tubuh adalah buah-buahan. Selain mengandung karbohidrat, buah-buahan juga mengandung banyak vitamin, mineral, dan air yang penting untuk melancarkan proses persalinan. Buah seperti pisang, alpukat, dan apel adalah pilihan yang tepat sebelum melahirkan.

3. Kentang

Jangan makan sembarang kentang sebelum melahirkan. Anda sebaiknya mengonsumsi kentang tumbuk (mashed potato) atau kentang rebus. Hindari kentang goreng karena kandungan lemak dan minyak yang tinggi bisa membuat Anda lebih mual saat persalinan.

4. Roti

Makan nasi dengan lauk-pauk mungkin terlalu berat buat ibu bersalin. Maka, ganti dengan makan roti sedikit-sedikit. Tak perlu memilih roti isi daging. Pasalnya roti polos atau roti tawar dengan selai buah saja sudah cukup untuk mengisi energi Anda. Supaya kenyangnya lebih lama, Anda bisa mengonsumsi roti dari gandum utuh.

5. Sup

Untuk memperbanyak asupan cairan, makan sup bening bisa menjadi pilihan terbaik ibu bersalin. Supaya nutrisinya lebih banyak, pastikan sup dibuat dari kaldu ayam atau daging asli. Tambahkan juga sayuran dan tahu supaya tidak terlalu hambar. Jika sudah dekat hari persalinan, masak dulu sup dan simpan di kulkas. Sebelum mulai proses persalinan, Anda pun tinggal menghangatkan supnya.

6. Biskuit

Sebagai camilan yang mengenyangkan, siapkan biskuit. Anda bisa memilih biskuit susu biasa atau biskuit gandum. Namun, usahakan untuk memilih biskuit yang plain. Hindari biskuit asin atau biskuit yang terlalu banyak krimnya. Biskuit asin bisa memicu hipertensi sementara biskuit krim mungkin membuat Anda mual.

Proses persalinan menjadi salah satu momen yang paling menegangkan bagi para calon mama, terutama saat menghadapi persalinan pertama kali.

Ada beberapa hal yang perlu dihindari agarproses persalinan bisa berjalan lebih lancar. Apa saja ya, Ma?

Yuk, disimak rangkuman informasinya dari Popmama.comberikut ini:

1. Memaksakan diri

Pexels/Pixabay

Persalinan dapat menjadi proses yang melelahkan dan kadang-kadang cukup intens. Seringkali para Mama pun dibuat seperti ingin menyerah, terutama saat proses mengejan.

Mama sebaiknyamembiarkan proses persalinan berjalan secara alami. Janganmemaksakan diri ataumelawan semua proses tersebut.

Melawan dan terlalu memaksakan diri justru akan membuat Mama merasa lebih cepat lelah. Proses persalinan pun bisa terhenti karena Mama merasa frustasi. Apabila Mama sudah terlalu lelah dan frustasi, Mama akan kehabisan tenaga untuk mengejan.

Sebaliknya, jika Mama tetap santai dan rileks, pembukaan serta proses mengejan pun akan berjalanlebih mudah.

2. Membiarkan rambut tergerai

Pexels/Pixabay

Saat menyiapkan tas perlengkapan persalinan, salah satu benda yang sebaiknya tak Mama lupakan adalah ikat rambut.

Jangan sengaja membiarkan rambut tergerai saat persalinan ya, Ma. Terutama jika Mama memiliki rambut yang panjang.

Persalinan faktanya adalah proses yang melelahkan dan dipastikan Mama akan banyak berkeringat. Apabila Mama sengaja membiarkan rambut tergerai, rasa lembap dan panas di bagian belakang leher akan membuat Mama tidak nyaman.

Meski terkesan sepele, hal ini juga bisa mengganggu proses persalinan dan membuat Mama menjadi tidak fokus.

3. Memakai pakaian yang tak nyaman

Pixabay/Mvorocha

Salah satu aktivitas yang kini banyak dilakukan saat persalinan adalah pemotretan persalinan alias birth photography. Tak heran jika Mama kemudian menyiapkan pakaian khusus agar tetap terlihat menawan selama proses persalinan.

Tapi jangan lupa ya, Ma. Selama persalinan, Mama juga membutuhkan suasana yang nyaman, termasuk jugapakaian.

Ada alasan khusus mengapa saat siap bersalin rumah sakit biasanya akan memberikan Mama pakaian khusus, seperti seragam. Pakaian ini sudah dibuat dengan bahan yang nyaman dan memiliki akses khusus untuk menyusui.

Namun apabila pihak rumah sakit tidak memberikan pakaian semacam ini dan membebaskan Mama untuk memakai pakaian apa saja selama persalinan, maka pilihlah yang berbahan katun, memudahkan proses menyusui, dan tidak menyulitkan Mama saat bersalin.

  1. 50 Ide Nama Bayi Laki-Laki Islami yang Lahir di Bulan Juli
  2. Selain Misionaris, Ini 13 Posisi Seks Terbaik agar Cepat Hamil
  3. 5 Kesalahan Seks saat Hamil yang Tidak Disadari, Hati-Hati!

4. Mengejan tidak teratur

Pexels/Pixabay

Mengejan adalah salah satu fase penting dalam proses persalinan. Dilansir ABC News, baru-baru diungkapkan bahwa pada dasarnya saat persalinan Mama tidak harus mengejan.

Ini karena diyakini bayi sudah bisa menemukan sendiri jalan keluarnya. Biasanya para ibu akan mengejan mengikuti arahan bidan atau dokter, namun ada pula yang melakukannya dengan insting sendiri.

Apapun yang terjadi di ruang persalinan, pastikan Mama mengejan sesuai dengan arahan dan hindari melakukannya secara asal-asalan ya, Ma.

5. Menahan napas

Pexels/Andreas Wohlfahrt

Cara bernapas yang efektif biasanya sudah diajarkan kepada ibu hamil sebelum menghadapi proses persalinan. Cara bernapas ini penting dipelajari agar Mama tetap tenang.

Namun demikian, ada kalanya Mama justru refleks untukmenahan napas atau bernapas pendek selama persalinan dengan asumsi akan mengurangi rasa sakit.

Padahal, menahan napas justru bisa membuat Mama kekurangan oksigen. Risikonya Mama justru bisa pingsan.

Oleh sebab itu, tetap upayakan untuk bernapas efektif selama proses persalinan ya, Ma. Jika perlu, jangan ragu untuk meminta arahan dari dokter, perawat, atau bidan.

6. Selalu melihat jam

Pixabay/Silviarita

Setiap ruang bersalin biasanya terdapat jam dinding, yang kemudian sering membuat Mama jadi terus-terusan melihat waktu dan merasa bosan. Ini terutama saat proses persalinan berjalan cukup lama.

Kebiasaan seperti ini justru bisa membuat Mama semakin frustasi dan tidak sabar. Mama justru akan merasa waktu berjalan lebih lama apabila terus-menerus melihat jam.

Cobalah alihkan pandangan Mama dari jam dan perbanyak fokus pada diri Mama sendiri. Jika perlu alihkan dengan cara berbincang-bincang dengan Papa. Mama juga bisa mencoba membaca buku atau mendengarkan musik favorit.

7. Panik dan cemas berlebihan

Freepik/Rawpixel.com

Persalinan memang menjadi salah satu hal yang sering membuat para calon Mama merasa takut. Namun demikian, Mama sebaiknya tidak membiarkan kecemasan ini menguasai diri Mama, ya.

Tetap tenang dan yakinlah bahwa semua ini adalah proses alami yang dialami oleh perempuan lainnya, Ma.

Jika Mama terlalu panik, semua proses yang terjadi justru akan menjadi terasa semakin menyakitkan dan sulit.

Jangan lupa tarik napas dalam-dalam dan fokus. Ajak bicara Papa atau pendamping persalinan lainnya agar membantu mengalihkan pikiran Mama.

Setelah mengetahui tujuhhal yang harus Mama hindari saat bersalin, mulai sekarang sebaiknya Mama berlatih untuk mengantisipasi hal tersebut agar kelak persalinan berjalan lebih lancar. Tetap tenang dan berpikir positif ya, Ma.

Baca juga:

  • Wajib Tahu, Ini 9 Cara Cerdas Mempersiapkan Persalinan
  • Catat, Ini 5 Tips Agar Proses Persalinan Lancar dan Cepat
  • 5 Posisi untuk Redakan Nyeri Saat Kontraksi Jelang Persalinan

“Ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menjaga stamina ibu jelang persalinan. Salah satunya adalah tidur yang cukup setiap harinya.”

Halodoc, Jakarta – Meningkatkan dan menjaga stamina sangatlah penting menjelang persalinan. Terutama bagi para ibu yang ingin melahirkan secara normal. Sebab, Ibu memerlukan banyak tenaga untuk mendorong bayi keluar dari perut.  

Jika ibu sudah kehabisan tenaga sebelum proses melahirkan selesai, maka persalinan akan menjadi sulit dan semakin lama. Namun, kira-kira apa saja tips yang dapat dilakukan demi menjaga stamina ibu hamil menjelang persalinan? Yuk, simak informasinya di sini! 

Tips Menjaga Stamina Ibu Hamil Jelang Lahiran

Berikut adalah beberapa tips yang bisa dicoba untuk meningkatkan stamina agar ibu kuat saat melahirkan nantinya:

1. Tidur yang Cukup

Cara sederhana ini mungkin tidak pernah terpikirkan dan sering dilalaikan juga oleh sebagian ibu hamil. Namun nyatanya, memastikan kalau tidur setiap harinya cukup sangatlah bermanfaat untuk stamina menjelang persalinan.

Menariknya lagi, banyak beristirahat juga akan memberikan ibu tenaga untuk menyusui dan begadang menjaga bayi setelah melahirkan. Jika selama ini ibu tidur di atas jam 11 malam, cobalah tidur lebih awal. Sementara itu, bagi ibu yang masih bekerja, ibu bisa tidur sebentar selama 15 menit pada jam istirahat.

2. Melakukan Olahraga Ringan

Ibu hamil diharapkan tidak malas untuk berolahraga, karena kegiatan fisik tersebut dapat memberikan banyak manfaat untuk ibu, salah satunya agar ibu memiliki stamina yang prima pada saat melahirkan. Tidak perlu berolahraga terlalu berat, ibu cukup berenang atau berjalan kaki selama 30 menit secara rutin. Berkat berolahraga secara rutin selama masa kehamilan, energi ibu tentunya akan bertambah dan membuat ibu tidur nyenyak di malam hari.

3. Perbanyak Karbohidrat

Karbohidrat yang merupakan sumber tenaga sangat diperlukan ibu hamil untuk melahirkan. Namun akan lebih baik jika ibu memilih asupan karbohidrat yang mudah dicerna, seperti kentang, roti, yogurt, dan buah-buahan. Selain mengandung karbohidrat, makanan tersebut juga mengandung nutrisi lainnya yang akan membuat ibu sehat dan bertenaga saat melahirkan.

4. Penuhi Asupan Zat Besi

Selain karbohidrat, ibu juga perlu memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh sebagai persiapan melahirkan. Zat besi dapat membantu membentuk energi dalam tubuh ibu, mengurangi risiko ibu terkena anemia, dan mengurangi pendarahan pada saat persalinan. Ibu bisa mengonsumsi biji-bijian, beras merah, daging sapi, makanan laut, dan daging unggas yang mengandung zat besi tinggi.

5. Lakukan Senam Hamil

Jenis olahraga yang sangat dianjurkan untuk ibu hamil adalah senam hamil. Melakukan senam hamil secara teratur dapat mengencangkan otot dan memperkuat sendi, sehingga ibu dapat lebih siap menghadapi persalinan nanti.

Senam hamil juga dapat dilakukan sendiri di rumah, tapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ibu dapat mengikuti kelas senam hamil yang ada di rumah sakit ibu dan anak, karena yang mengajar adalah bidan yang sudah berpengalaman menangani proses persalinan.

6. Rileks dan Menenangkan Pikiran

Wajar jika ibu memiliki rasa takut atau kekhawatiran menghadapi hari persalinan yang semakin dekat. Namun, menjaga pikiran untuk tetap tenang dan rileks juga tetap penting agar ibu terhindar dari stres.

Ini karena pikiran yang positif dan jauh dari stres dapat menambah energi. Jadi, menjelang melahirkan, ibu dapat melakukan hal-hal yang menyenangkan, seperti makan makanan favorit, mendengarkan musik, nonton film, dan lain-lain. 

7. Penuhi Kebutuhan Cairan 

Kekurangan cairan menjelang persalinan dapat membuat tubuh lemas dan kekurangan tenaga. Maka dari itu, pastikan ibu senantiasa memenuhi asupan cairan yang dibutuhkan tubuh. Selain minum air putih, ibu juga bisa pilih aneka jus buah dan sayur yang mengandung banyak serat dan vitamin untuk bantu penuhi kebutuhan cairan.

Itulah tujuh tips yang dapat dilakukan untuk menjaga stamina ibu hamil jelang persalinan. Mulai dari tidur yang cukup, hingga memenuhi kebutuhan cairan. Penting untuk menjaga stamina menjelang persalinan agar ketika waktu kelahiran tiba, prosesnya pun dapat berjalan secara maksimal. 

Selain itu, pastikan juga untuk memenuhi segala nutrisi penting yang tubuh butuhkan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang dan mengonsumsi suplemen kesehatan. 

Jika saat ini ibu membutuhkan suplemen kesehatan, ibu bisa cek kebutuhan vitamin dan suplemen melalui aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau mengantre lama di apotek. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 

American Pregnancy Association. Diakses pada 2022. Lack of Energy During Pregnancy.
Kids Health. Diakses pada 2022. Staying Healthy During Pregnancy. 
WebMD. Diakses pada 2022. Exercise During Pregnancy.